Pulau Galang Disiapkan Pemerintah sebagai Opsi Cadangan Tangani Korona

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 337 2179377 pulau-galang-disiapkan-pemerintah-sebagai-opsi-cadangan-tangani-korona-RsmjqB8bLw.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy saat Meninjau RSUD Syaiful Anwar (foto: Okezone/Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Pemerintah terus menyiapkan infrastruktur rumah sakit di Pulau Galang, Kepulauan Riau, untuk mengantisipasi kian merebaknya virus korona atau Covid-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Pulau Galang disiapkan sebagai opsi cadangan bila wabah Covid-19 atau virus korona kian menyebar.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Virus Korona, Imigrasi Tolak 118 WNA ke Indonesia 

Ruang Isolasi (foto: Okezone)

"Ini untuk cadangan dan siap - siap mengantisipasi kejadian pada suasana yang sangat tidak kita inginkan. Kita ingin menunjukkan kesungguhan pemerintah bahwa kita tidak main - main untuk antisipasi kejadian wabah korona, karena kita tahu seberapa ekskalasinya," terang Muhadjir saat meninjau ruang isolasi pasien suspek korona di RSUD Saiful Anwar, Jumat (6/3/2020).

Secara fasilitas dan infrastruktur menurut Muhadjir di Pulau Galang sebenarnya telah tersedia bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai penampungan pengungsi Vietnam sejak 1979 hingga 1996. Namun sejak 1996 bangunan tersebut mangkrak lantaran tak difungsikan lama.

"Kita siapkan (rumah sakit) Pulau Galang itu bukan kita bangun, itu tinggal rehab saja dulu tempat pengungsian Vietnam jadi kita revitalisasi bentuknya kita siapkan semaksimal mungkin," ungkap Muhadjir.

Untuk kapasitas pasien di umah sakit Pulau Galang, Muhadjir menyatakan lebih mampu menampung banyak pasien dibandingkan dengan yang ada di Pulau Sebaru dan Natuna, Kepulauan Riau. "Yang jelas itu lebih banyak daya tampungnya dari yang ada di Natuna dan Sebaru," imbuhnya.

Muhadjir menargetkan rumah sakit di Pulau Galang akan segera siap digunakan setelah Presiden Joko Widodo menginstruksikan revitalisasi selama dua minggu. "Pak Presiden instruksikan paling lambat dua minggu harus sudah siap digunakan," tutupnya.

Baca Juga: Kondisi 2 Pasien Baru Virus Korona Masih Demam Tinggi


(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini