Pemerintah Terbitkan Protokol Tindakan Masyarakat Hadapi Gejala Virus Korona

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 337 2179283 pemerintah-terbitkan-protokol-tindakan-masyarakat-hadapi-gejala-virus-korona-W8u1fiKIPr.jpg Foto: Okezone/Sarah

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi mengeluarkan protokol terkait penanganan virus Korona. Protokol ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat memiliki tuntunan atau guindance, dan ketenangan.

Oleh sebab itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyebutkan bahwa dalam protokolnya mengimbau masyarakat jika demam dengan suhu tubuh 38 derajat, dan mengalami batuk serta pilek untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan.

"Bila perlu minum yang banyak dan bila keluhan berlanjut, kemudian disertai kesulitan bernapas misalnya, segara berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ucap Oscar saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Jika dalam keadaan tidak sehat dan ingin mendatangi fasilitas kesehatan, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker. Ia juga berharap warga yang sedang tidak sehat agar tak menggunakan alat transportasi umum pada saat pergi ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Usai Ikut Acara Dansa, 4 Orang Diduga Kuat Suspect Positif Virus Korona

"Setelah itu, di pelayanan kesehatan, petugas dan tenaga medis akan respons dan aktif terhadap hal-hal seperti ini, dan sudah kita lakukan conditioning di mana kita sudah berikan edaran kepada teman-teman di fasyankes apa yang harus dilakukan dalam hadapi Covid," terangnya.

"Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19 tentunya akan dirujuk ke salah satu RS, kalau dia lagi di puskesmas. Akan disiapkan rumah sakit rujukan. Jikan tidak memenuhi suspect COVID-19 ini, maka boleh dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosis dan keputusan dokter," tambah Oscar.

Kalau sudah terdapat kriteria yang mengarah ke suspect virus Korona, maka pasien yang dirawat di ruang isolasi akan dilakukan pengambilan spesimen untuk diperiksa di laboratorium. Spesimen itu akan dikirim ke Badan Litbang Kesehatan.

Pasien yang masuk kategori suspect virus Korona harus menjalani pemeriksaan laboratorium sebanyak dua kali. Jika dalam pemeriksaan hasilnya negatif berturut-turut, maka pasien dinyatakan sembuh.

"Seandainya positif, Anda dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Sampel akan diambil setiap hari. Pada saat dirawat setiap hari diambil. Jika dalam ruang isolasi, dan dilakukan pemeriksaan dua kali berturut-turut hasilnya negatif, artinya sudah sembuh dan bisa dikeluarkan dari ruang isolasi," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini