Mantan Ketua DPRD Tulungagung Segera Disidang dalam Kasus Suap APBD

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 337 2179032 mantan-ketua-dprd-tulungagung-segera-disidang-dalam-kasus-suap-apbd-d3YHiZepCh.JPG Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Foto: Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono akan segera disidang terkait kasus dugaan suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD atau APBD/P Kabupaten Tulungagung yang menyeretnya. Supriyono rencananya akan disidang di Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya, dalam waktu dekat.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik telah merampungkan berkas penyidikan Supriyono atas kasus dugaan suapnya. Berkas penyidikan itu juga telah dilimpahkan tahap 2 atau tingkat penuntutan.

"Penyidik KPK melimpahkan tersangka dan barang bukti yang telah dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti, yaitu untuk dugaan suap pembahasan pengesahan dan pelaksanaan APBD Tulungagung tahun 2015-2018 atas nama terdakwa Supriyono, Ketua DPRD Tulungagung," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/3/2020).

Dengan pelimpahan ini, tim jaksa penuntut umum pada KPK memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Supriyono. Nantinya, surat dakwaan itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

"Penuntut umum sedang menyusun surat dakwaan dan akan melimpahkan perkara tersebut untuk disidangkan di PN Tipikor pada PN Surabaya," katanya.

Dalam menuntaskan pengusutan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya, anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig yang diperiksa penyidik pada 6 Februari 2020 lalu.

Diketahui, KPK menetapkan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018

Supriyono diduga menerima uang sebesar Rp4.880.000.000 selama periode 2015 hingga 2018 dari Bupati Tulung Agung saat itu, Syahri Mulyo. Suap berkaitan dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo terungkap bahwa Supriyono menerima Rp3.750.000.000 dengan rincian, penerimaan fee proyek APBD Murni dan APBD Perubahan selama empat tahun berturut pada 2014-2017 sebesar Rp500 juta setiap tahunnya atau total sekitar Rp2 miliar.

Selain itu, Supriyono juga menerima uang sebesar Rp750 juta untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan Bantuan Keuangan Provinsi sejak 2014-2018. Tak hanya itu, Supriyono juga diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait fee proyek di Kabupaten Tulungagung selama tahun 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini