nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewas Rampung Susun Kode Etik KPK, Sinergi Jadi Nilai Dasar Baru

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 05 Maret 2020 17:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 05 337 2178737 dewas-rampung-susun-kode-etik-kpk-sinergi-jadi-nilai-dasar-baru-ZlkoaWUpQY.jpg Tumpak Hatorangan. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyusunan kode etik lembaga antirasuah. Dewas tinggal menunggu Peraturan Komisi (Perkom), untuk selanjutnya dapat menjalankan kode etik tersebut.

"Sudah kita selesaikan. Tetapi, nanti tunggu pimpinan akan buat perkom," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).

Menurut Tumpak, substansi kode etik tersebut tak banyak berubah dengan yang sebelumnya. Hanya saja, ada salah satu nilai dasar baru, yakni sinergisitas. Penambahan nilai itu, kata Tumpak, merupakan representasi dari regulasi KPK hasil revisi.

Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Kita cantumkan satu nilai dasar baru, yaitu sinergi. Itu saja karena Undang-Undang kita terjadi perubahan, di mana dalam UU itu dijelaskan tegas bahwa KPK harus melalukan kerjasama yang baik," ujar Tumpak.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Indonesia Sedang Menyiapkan Orang-Orang Saleh

"Bersinergi, koordinasi, dan supervisi secara baik, bahkan di situ ada juga joint operation. Oleh karena itu, kita cantumkan itu sebagai salah satu nilai dasar," ucapnya.

Tumpak mengklaim, kode etik tersebut tidak akan menimbulkan konflik kepentingan. Bahkan, Tumpak meyakini kode etik tersebut tetap akan menjaga nilai indepedensi lembaga antikorupsi.

"Oh tidak (rawan konflik kepentingan). Indpendensinya juga kita atur sedemikian rupa. Sinergi tak berarti kompromi, itu jelas disebut di kode etik kita," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini