Pilkada 2020 Diharapkan Tak Dijadikan Sarana Penyebaran Hoaks dan Fitnah

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 05 Maret 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 337 2178700 pilkada-2020-diharapkan-tak-dijadikan-sarana-penyebaran-hoaks-dan-fitnah-NpD5BF5D5V.jpg Ilustrasi

TANGERANG - Pilkada 2020 baru saja merampungkan tahap pendaftaran calon independen yang resmi berakhir pada 20 Februari 2020 lalu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun sudah menyerahkan data Comma Separated Values (CSV) syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan, pada Pemilihan Tahun 2020 kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Ketua KPU, Arief Budiman menyatakan, jadwal tahapan penyerahan syarat bagi bakal calon tersebut, sudah selesai dilakukan untuk bakal calon perseorangan dalam pemilihan gubernur, dan wakil gubernur pada 20 Februari lalu.

"Jadwal tahapan sudah selesai dari tanggal 16-20 Februari, dan untuk jadwal pengecekan itu berakhir 23 Februari untuk provinsi gubernur dan wakil gubernur," ujar Arief di KPU beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Polisi Kumpulkan Pendekar Silat di Surabaya

Melihat Pilkada 2020 yang semakin dekat, salah satu tokoh agama, Ustadz Yusuf Mansyur meminta masyarakat Indonesia menyambut baik Pilkada serentak yang akan digelar pada September 2020 mendatang.

"Kita harus menyambut baik Pilkada serentak September 2020," ungkap Ustadz Yusuf Mansyur, saat ditemui di kawasan Cipondoh Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Lebih lanjut, Ustadz Yusuf Mansyur meminta publik untuk bersikap dewasa agar tidak terulang kembali peristiwa pahit pesta demokrasi yang menyebarkan berita palsu (hoax), gibah, fitnah maupun ujaran kebencian.

"Roda pemerintahan sudah berjalan, tinggal kita mencoba dewasa, jangan sampai terulang Pilkada yang menyebarkan hoax, gibah, fitnah," tuturnya.

Lebih jauh, Ustadz Yusuf Mansyur menyarankan agar berlomba-lomba kebaikan seperti adu progam bukan adu black campain. Ia berharap Pilkada serentak tahun 2020 maupun Pilpres mendatang 2024 banyak bicara adu program bukan pembunuhan karakter.

"Mudah-mudahan Pilkada serentak 2020 dan Pilpres 2024 berbicara adu program dan bukan pembunuhan karakter," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini