nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usut Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 2 Tersangka

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 04 Maret 2020 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 04 337 2178281 usut-kasus-jiwasraya-kejagung-periksa-2-tersangka-FHzFptU4ef.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka, kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengungkapkan, dua orang tersangka yang diperiksa adalah Hendrisman Rahim (HR) sebagai mantan Direktur Utama PT. AJS tahun 2008-2018 dan Hary Prasetyo, MBA (HP) sebagai mantan Direktur Keuangan PT. AJS tahun 2008-2018.

"Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 2 (dua) orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero)," kata Hari.

 Korupsi

Menurut Hari, pemeriksaan kedua tersangka untuk yang kesekian kalinya dimaksudkan untuk menggali fakta-fakta hukum atas perbuatan kedua tersangka yang akan dihubungkan dengan alat bukti lainnya.

"Baik keterangan saksi, keterangan ahli maupun surat serta barang bukti dan akan menunjukan sejauhmana peran kedua tersangka dalam perkara yang disangkakan," ujar Hari.

Hari menyebut, sampai saat ini pemeriksaan tersebut masih berlangsung sesuai dengan yang diperlukan keterangannya oleh tim penyidik.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini