Demo DPR, Ini 5 Sikap Mahasiswa Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 04 Maret 2020 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 337 2178237 demo-dpr-ini-5-sikap-mahasiswa-tolak-omnibus-law-cipta-kerja-Ys4GzRowdz.jpg Demo mahasiswa menolak RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta (Okezone.com/Harits)

JAKARTA – Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang masuk dalam program omnibus law karena dinilai tak berpihak ke rakyat terutama buruh.

Dalam aksinya yang dikawal ketat kepolisian, Rabu (4/3/2020), massa dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) silih berganti berorasi dan meneriakkan yel-yel. Ada lima sikap yang mereka sampaikan ke pemerintah.

“Omnibus Law ini wajib direvisi, partisipasi masyarakat. Kita ingin menuntut pemerintah membangun kembali partisipasi masyarakat,” kata Koordinator BEM Seluruh Indonesia, Remy Hastian.

Massa ingin bertemu DPR langsung untuk menyampaikan aspirasi, namun karena masih masa reses akhirnya tak seorang pun anggota dewan yang menemui massa. Mereka pun kecewa.

Massa akhirnya membacakan lima pernyataan sikap BEM SI terhadap RUU Cipta Kerja, sebagai berikut:

1. Menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja, karena benentangan dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 Bab 2 Pasal 5 dan Bab ll Pasal 96 tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Baca juga: Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, DPR Minta Solusi

2. Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang mencederai semangat reformasi.

3. Menolak penghapusan hak pekerja meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

4. Menolak penyederhanaan izin investasi yang berdampak pada kerusakan lingkungan sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

5. Mendesak pemerintah membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan.

Usai menyampaikan pernyataan sikapnya, massa membubarkan diri sekiranya 17.45 WIB tadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini