nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendiri Negara Rakyat Nusantara Yudi Syamhudi Segera Disidang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 04 337 2178001 pendiri-negara-rakyat-nusantara-yudi-syamhudi-segera-disidang-GAwBxis8X0.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berkas perkara tersangka Yudi Syamhudi Suyudi, seorang yang mengaku pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, berkas perkara dugaan pidana makar dinyatakan lengkap pada hari ini.

“Hari ini tanggal 4 Maret 2020, penyidikan sudah dinyatakan lengkap P21 oleh JPU,” kata Argo, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Viral Negara Rakyat Nusantara Ingin NKRI Dibubarkan, Ini Faktanya 

Setelah dinyatakan lengkap, kata Argo, pihaknya akan segera melimpahkan barang bukti dan tersangka. Setelah itu, Kejaksaan akan menyeret Yudi ke persidangan.

“Secepatnya di tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti,” ucap Argo.

Pernyataan sikap Negara Rakyat Nusantara Foto: Istimewa 

Bareskrim Polri menangkap Yudi Syamhudi Suyudi seorang yang mengaku pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara. Tersangka diciduk lantaran diduga melakukan tindak pidana makar.

Adapun pernyataan Yudi yang diduga makar dan menyebarkan berita bohong adalah 'Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang kita perjuangkan yang mewakili rakyat-rakyat bangsa-bangsa nusantara yang sebelumnya sudah ada sebelum NKRI'.

'Mengajak untuk membubarkan NKRI dan akan menggantikan dengan negara rakyat nusantara. NKRI sekarang sudah mengalami kebuntuan dan sangat kritis kalo bisa dibilang sistem NKRI sistem yang telah membusuk. Kita nyatakan mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI'.

Baca Juga: Bareskrim Diminta Tangguhkan Penahanan Pendiri Negara Rakyat Nusantara 

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 110 KUHP Jo Pasal 107 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini