Kemenkes: Tidak Semua Orang dalam Pemantauan Virus Korona Itu Sakit

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 04 Maret 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 337 2177989 kemenkes-tidak-semua-orang-dalam-pengawasan-virus-korona-itu-sakit-EIhzonaCLa.jpg Sekretaris Direktorat Jenderal P2P Kemenkes Achmad Yurianto (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menyebutkan tidak semua orang yang masuk dalam kategori pemantauan mengalami sakit.

Yuri mengungkapkan, seseorang yang masuk dalam kriteria pemantauan, adalah WNI atau WNA datang ke Indonesia dari negara-negara yang terdampak virus Korona.

Kemenkes, kata Yuri, mengetahui orang-orang yang masuk ke dalam kategori pemantauan berdasarkan data yang diberikan oleh Imigrasi.

"Tidak semua orang dalam pemantauan diterjemahkan semuanya sakit. Ini kita pantau. Tracking kita lakukan ke mana saja dia selama di Indonesia. Ini penting kalau suatu saat dia menjadi sakit dan sebagainya kita akan bisa melacak dengan cepat," ujar Yuri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020).

Setelahnya, jika mereka yang dalam pemantauan tadi mengalami keluhan gejala influenza sedang, maka orang tersebut harus segera dilakukan perawatan.

"Pasien yang dalam pengawasan ini lah yang harus kita gali betul dengan teliti apakah dia memiliki riwayat kontak dengan orang yang sudah pasti positif (virus korona)," ungkapnya.

"Manakala dia ternyata memiliki riwayat kontak yang kita yakini dengan orang positif, maka kita masukkan mereka dalam kriteria suspect," tambah Yuri.

Baca Juga : 9 Pasien Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Hanya 2 Orang Positif Virus Korona

Ketika seseorang sudah masuk ke dalam kategori suspect virus Korona, maka pihak dokter akan melakukan konfirmasi virus, dan pemeriksaan untuk mendapatkan hasil dari laboratorium.

"Begitu dia masuk dalam kriteria suspect maka kita harus konfirmasi virus. Sehingga kalau kemudian diperiksa dan hasilnya positif maka kita sebut sebagai confirmed positive covid-19. Normalnya seperti itu," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini