Peristiwa 4 Maret: Meninggalnya Salahuddin Ayyubi hingga Pemerintah Kota Batavia Dibentuk

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 04 Maret 2020 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 337 2177772 peristiwa-4-maret-meninggalnya-salahuddin-ayyubi-hingga-pemerintah-kota-batavia-dibentuk-oGCLEOHE8h.jpg Lukisan Kastil Batavia (foto: Wikipedia)

JAKARTA - Berbagai peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada 4 Maret. Beberapa di antaranya adalah pembentukan pemeritah Kota Batavia.

Berikut peristiwa-peristiwa penting pada 4 Maret, seperti Okezone rangkuman dari Wikipedia:

1152 - Frederick Barbarossa I Terpilih Jadi Raja Jerman

Patung Frederick Barbarossa I (foto: Wikipedia)	 

Patung Frederick Barbarossa I (foto: Wikipedia)

Frederick Barbarossa I merupakan seorang Kaisar Romawi Suci dari tahun 1155 sampai kematiannya. Ia terpilih sebagai Raja Jerman di Frankfurt pada 4 Maret 1152 dan dimahkotai di Aachen pada tanggal 9 Maret 1152.

Dia menjadi Raja Italia pada tahun 1155 dan dimahkotai sebagai Raja Romawi oleh Paus Adrianus IV pada tanggal 18 Juni 1155. Dua tahun kemudian, istilah sacrum (suci) pertama kali muncul di dalam dokumen yang berhubungan dengan Kekaisarannya.

Dia kemudian secara resmi dimahkotai sebagai Raja Borgone, di Arles pada tanggal 30 Juni 1178. Friedrich mendapat julukan Barbarossa dari kota-kota Italia utara yang ingin dikuasainya: Barbarossa berarti "berjenggot merah" di dalam Bahasa Italia

1193 – Meninggalnya Pejuang muslim, Salahuddin Ayyubi

Salahuddin Ayyubi (foto: Wikipedia)

Lukisan Salahuddin Ayyubi (foto: Wikipedia)

Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi atau Salahuddin Ayyubi alias Saladin merupakan seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr.

Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.

1621 - Pemerintah Kota Batavia dibentuk di Jayakarta

Lukisan Kastil Batavia (foto: Wikipedia)

Lukisan Kastil Batavia (foto: Wikipedia)

Pada 4 Maret 1621, pemerintah Stad Batavia (Kota Batavia) dibentuk. Selama 8 tahun kota Batavia sudah meluas 3 kali lipat. Pembangunannya selesai pada tahun 1650.

Kota Batavia sebenarnya terletak di selatan Kastil yang juga dikelilingi oleh tembok-tembok dan dipotong-potong oleh banyak parit.

Batavia didirikan di pelabuhan bernama Jayakarta yang direbut dari kekuasaan Kesultanan Banten. Sebelum dikuasai Banten, bandar ini dikenal sebagai Kalapa atau Sunda Kelapa, dan merupakan salah satu titik perdagangan Kerajaan Sunda. Dari kota pelabuhan inilah VOC mengendalikan perdagangan dan kekuasaan militer dan politiknya di wilayah Nusantara.

Nama Batavia dipakai sejak sekitar tahun 1621 sampai tahun 1942, ketika Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang. Sebagai bagian dari de-Nederlandisasi, nama kota diganti menjadi Jakarta. Bentuk bahasa Melayunya, yaitu "Betawi", masih tetap dipakai sampai sekarang.

1665 - Raja Inggris Charles II Menyatakan Perang terhadap Belanda

Raja Inggris Charles II (foto: Wikipedia)	 

Raja Inggris Charles II (foto: Wikipedia)

Raja Inggris Charles II menyatakan perang terhadap Belanda dan menandai dimulainya Perang Anglo-Belanda Kedua. Perang Inggris-Belanda Kedua dilakukan antara Inggris dan Provinsi Bersatu mulai 4 Maret 1665 hingga 31 Juli 1667.

Inggris berusaha mengakhiri dominasi Belanda atas perdagangan dunia. Setelah kesuksesan pertama Inggris, perang berakhir dengan kemenangan Belanda. Kebencian antara Inggris dan Prancis kemudian mengarah pada peperangan baru.

1961 - Indonesia Beli Senjata dari Uni Soviet

Ir Soekarno (foto: Ist)

Ir Soekarno (foto: Ist)

Presiden Soekarno memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution yang juga saat itu merangkap Menteri Pertahanan untuk melakukan pembelian senjata terhadap Uni Soviet. Hal itu dilakukan mengingat memanasnya hubungan Indonesia dengan Belanda.

Dengan adanya pembelian senjata itu moral dari angkatan perang Indonesia meningkat. Sebab bantuan yang diberikan Soviet kala itu sangat memperkuat pertahanan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini