nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harun Masiku Hampir 2 Bulan Menghilang, KPK: Tak Ada Kendala Pencarian

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 21:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 03 337 2177673 harun-masiku-hampir-2-bulan-menghilang-kpk-tak-ada-kendala-pencarian-2FUZhJAtdx.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak memiliki kendala apapun dalam proses pencarian tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR RI, Harun Masiku, meskipun sudah hampir dua bulan menghilang entah dimana rimbanya.

Harun Masiku sampai saat ini masih buron. Hampir dua bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020 lalu, jejak Harun Masiku lenyap bak ditelan bumi.

"Saya pikir belum ada kendala, tapi belum ditemukan dengan upaya pencarian dilakukan dengan bantuan kepolisian, tapi belum ditemukan. Nah, sampai hari ini saya melihat tidak ada kendala lain. proses hukumnya tetap berjalan," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Lili mengungkapkan, seluruh informasi dari masyarakat yang diterima KPK soal keberadaan Harun Masiku sudah ditindaklanjuti. Tapi, masih nihil hasilnya.

"Yang kami ketahui dri teman-teman penindakan ketika beberapa informasi terkait wilayah Harun Masiku dimana telah dikejar oleh teman-teman tapi belum nampak hasilnya," ujar Lili.

KPK

Baca Juga: KPK Deteksi Lokasi Keberadaan Harun Masiku

Menurut Lili, pengejaran yang tak membuahkan hasil itu juga dilakukan bersamaan dengan aparat kepolisian. "Tapi belum terlihat hasilnya. Mudah-mudahan segera ditemukan," tutur Lili.

Harun pergi ke luar negeri bertepatan dua hari sebelum KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020.

Harun telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK. Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiganya yakni Wahyu Setiawan, Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina serta pihak swasta, Saeful.

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini