Share

Wali Kota Bekasi Pastikan Warganya yang Meninggal di Cianjur Negatif Korona

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 337 2177374 wali-kota-bekasi-pastikan-warganya-yang-meninggal-di-cianjur-negatif-korona-5t7CWWjZ1W.jpg Ilustrasi

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta seluruh warga Kota Patriot tidak usah khawatir mengenai virus korona atau COVID-19, yang diduga sudah memasuki wilayah Indonesia.

Pria yang disapa Pepen itu juga menepis perihal warga Kota Bekasi telah meninggal diduga akibat virus jenis baru itu. Dia menegaskan bahwa penyebab warga kota Bekasi yang meninggal tersebut masih dalam penyelidikan.

"Saya dapat laporan dari kepala Dinkes, yang diprediksi suspect ternyata negatif," kata Pepen di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (3/3/2020).

Politikus Golkar itu menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi warganya, yang diduga terjangkit virus mematikan itu. Termasuk beberapa orang.

Baca Juga: Polisi Bakal Tindak Tegas Penimbun Masker di Tengah Merebaknya Virus Korona

"Ada beberapa orang juga yang masih dalam pemantauan mudah-mudahan semua negatif," kata Pepen.

Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, sudah menyiapkan antisipasi segala kemungkinan terburuk. Pemkot Bekasi bersama tiga pilar akan segera mengambil tindakan jika diperlukan.

"Sebenarnya tidak perlu khawatir, kita hidup bersih kita melakukan upaya-upaya kepada masyarakat," kata dia.

Pemkot Bekasi, kata dia, juga sudah membuat surat edaran terkait korona virus yang belakangan ini membuat khawatir sejumlah daerah, termasuk Kota Bekasi.

"Tadi saya juga sudah berkoordinasi dengan wakil walikota, Dandim dan Kapolres untuk melakukan upaya semacam evaluasi kalau memang terjadi," Pepen.

Follow Berita Okezone di Google News

Pemerintah Kota Bekasi secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait peningkatan kewaspadaan infeksi virus korona atau COVID-19 tertanggal 2 Maret 2020.

Surat dengan nomor 440/1651/Dinkes tersebut ditunjukan kepada Dandim 0507, Kepala Polres Metro Bekasi, Kepala Imigrasi, Kelas II, Kepala OPD, Kepala Rumah Sakit, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas.

Surat tersebut sebagaimana tindak lanjut dari surat edaran dari Kementerian Kesehatan tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap virus yang kini sudah merebak ke sejumlah negara.

Hal ini guna penanganan yang lebih cepat jika ditemukan gejala infeksi virus mematikan ini. Dalam surat edaran itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengintruksikan agar setiap rumah sakit dan Puskesmas di Kota Bekasi melakukan diteksi dini, pencegahan, respons dan antisipasi.

Dalam surat itu dimenyebutkan, dalam menangani gejala pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas seperti di Tiongkok harus berobat di fasyankes Pemerintah dan Swasta di Kota Bekasi. Baik di fasyankes primer ataupun fasyankes rujukan.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, jika ditemukan kasus-kasus gejala seperti infeksi virus korona di fasyankes agar cepat dilakukan isolasi, dan dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan sistem survelian kesehatan yang berlaku di Dinkes Kota Bekasi untuk diteruskan ke Dinkes Jawa Barat dan Kemenkes RI.

Selanjutnya, fasyankes juga diimbau agar seluruh jajaran fasyankes untuk memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologi ini melalui media mainstream, media online untuk dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini