Polisi Bakal Tindak Tegas Penimbun Masker di Tengah Merebaknya Virus Korona

Rus Akbar, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 337 2177368 polisi-bakal-tindak-tegas-penimbun-masker-di-tengah-merebaknya-virus-korona-su4Dfmfkao.jpg Masker langka di Kota Padang. (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)

PADANG – Wabah virus korona (Covid-19) yang melanda dunia berefek naiknya harga masker di Kota Padang, Sumatera Barat. Harga satu buah masker yang nomrnya Rp1.000 naik menjadi Rp5.000. Bahkan banyak toko obat dan apotek yang sudah kehabisan stok masker.

Berdasarkan pantauan Okezone di kawasan Jalan Satria, Terandam, toko obat dan apotek banyak yang sudah kehabisan stok masker.

"Stok masker kita sudah habis bang dua hari lalu, sekarang harganya sudah naik dari Rp1.000 naik menjadi Rp5.000 per lembar," kata Erinaldi (31), salah satu pegawai apotek, Selasa (3/3/2020)

Bahkan satu kotak masker biasa yang normalnya seharga Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, naik berkali-kali lipat menjadi Rp250 ribu.

Warga juga mengeluhkan kelangkaan masker dan harganya yang mahal. "Dari ujung sana kami cari masker sudah habis, orang apotek yang kosong kasih tahu di apotek saat ini ada jual masker, tapi harganya mahal, mau tak mau kami beli," kata Sintia (27).

(Foto: Okezone.com/Rus Akbar)

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto meminta toko obat, apotek dan pihaknya lainnya untuk tidak menjual masker dengan harga selangit, atau mencari untung di tengah merebaknya virus korona. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun masker.

"Pak Kapolda telah memerintahkan, personel Ditreskrimsus akan melakukan pengecekan ke apotek di Padang. Kami meminta para apoteker tidak memanfaatkan situasi dengan menjual masker dengan harga mahal," kata Satake Bayu, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: 8 Fakta WNI Positif Virus Korona, Tertular saat Dansa hingga Sempat Didiagnosis Bronkitis

Pihaknya tidak akan tanggung-tanggung menindak pelaku yang menimbun masker hanya untuk mencari keuntungan. Dia juga meminta para apoteker menjual harga masker dengan harga normal.

"Jangan sampai menjadi permasalahan bagi para apoteker dengan menaikkan harga masker atas maraknya isu wabah virus korona. Kami akan memantau. Kalau ada penimbunan akan kami tindak secara tegas," ucapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal mengatakan, naiknya harga masker diakibatkan permintaan dan penawaran yang meningkat. Padahal sebelumnya, penjualan masker cukup stabil.

"Pertengahan Januari penawaran masker ini cukup stabil, produksi stabil. Karena ada hal mendesak akibatnya permintaan naik, dan hukum ekonomi berlaku," ujarnya.

Endrizal mengatakan, tidak ada upaya penimbunan masker di Kota Padang. Harga mahal karena stok masker yang mengalami penurunan. "Kita tidak bisa menahan dengan dinaikkan harga masker, karena kebutuhan luar biasa. Ini sejenis bencana yang mendadak, sementara produksi berkurang," ucapnya.

Sebelumnya harga masker per lembar hanya Rp1.000 sampai Rp2.000, tapi sekarang menjadi Rp5.000. Harga satu kotak yang berisi 50 masker (bukan N95) dijual seharga Rp200-Rp300 ribu. Padahal sebelumnya satu kotak masker tersebut hanya dijual seharga Rp35 ribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini