Sambangi KPK, Komisioner KPU Serahkan Dokumen Terkait Kasus Dugaan Suap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 02 Maret 2020 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 337 2177080 sambangi-kpk-komisioner-kpu-serahkan-dokumen-terkait-kasus-dugaan-suap-dys6Ju2Tba.jpg Komisioner KPU Hasyim Asyari (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari tiba-tiba menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Kedatangan Hasyim Asy'ari bukan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Hasyim datang ke lembaga antirasuah untuk menyerahkan sejumlah dokumen terkait kasus dugaan suap. Dokumen itu diduga terkait pengembangan perkara dugaan suap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Hari ini memang tadi hadir Pak Hasyim Asy'ari, tapi bukan kapasitas sebagai saksi. Namun, memang hadir ada menyerahkan sejumlah dokumen. Jadi, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan itu yang kita peroleh atau dapatkan dari KPU pusat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Diperiksa KPK, Ketua KPU Ungkap Pembicaraannya dengan Harun Masiku

Belakangan, KPK mengendus adaya aliran uang sejumlah Rp600 juta yang diterima Wahyu Setiawan. Uang itu diduga berasal dari KPU Provinsi Papua Barat. Atas dasar itu, kata dia, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap Irmawaty selaku Kepala Teller Bank Mandiri Cabang Manokwari Papua Barat dan Patrisius Hitong selaku Teller Bank Mandiri Cabang Manokwari Papua Barat.

"Kemudian, hari ini diperiksa teller dari Bank Mandiri yang kemudian kita konfirmasi terkait dengan aliran uang yang akhirnya diduga diterima oleh tersangka WSE [Wahyu Setiawan], selain uang yang diterima dari OTT," pungkasnya.

KPK

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Penggantian Antar-Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WS), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Saat ini, KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan dan mencegahnya untuk bepergian ke luar negeri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini