Kemenhub Diminta Batasi Penerbangan ke Negara Terinfeksi Virus Korona

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 02 Maret 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 337 2176964 kemenhub-diminta-batasi-penerbangan-ke-negara-terinfeksi-virus-korona-RWjjJYiMsl.jpg Ilustrasi (Okezone.com/Heru)

JAKARTA – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Kementerian Perhubungan membatasi penerbangan ke negara-negara terutama yang sudah terinfeksi virus korona atau Covid-19. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus korona di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ahmad Riza Patria mengatakan, Kemenhub harus segera mengkaji ke negara mana saja yang harus dibatasi penerbangan, selain China yang sudah ditutup sejak awal Februari 2020, menyusul korona kini sudah tersebar ke banyak negara.

Baca juga: 7 Fakta Pulau Sebaru, Lokasi Observasi 257 WNI Terkait Virus Korona

"Indonesia perlu (membuat batasan penerbangan), saya kira Menhub perlu mengkaji segera dengan cepat penerbangan-penerbangan ke negara mana yang harus dibatasi," kata Riza di Kompleks Parlemen Senayan, DPR, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Hal itu disampaikan Riza Patria menyusul sudah ada dua warga di Indonesia yang hari ini diumumkan positif terinfeksi virus korona. Kedua ibu dan anak itu tertular Covid-19 usai bertemu warga Jepang yang terlebih dulu mengidap korona dan dia masuk ke Indonesia melalui Malaysia.

 riza patria

Ahmad Riza Patria (Okezone)

Menurut Riza Patria, kebijakan pelarangan atau pembatasan penerbangan untuk mencegah masuknya virus korona sudah diberlakukan di berbagai negara. Salah satunya Arab Saudi yang menutup sementara jalur umrah maupun wisata di negaranya.

“Banyak negara melakukan itu. Pemerintah harus melakukan kajian mendalam dan cepat, batasan-batasan yang dibuat. Seperti Arab Saudi sudah memberikan batasan, menghentikan umrah sementara," terangnya.

Riza mengatakan, Komisi V DPR akan membahas usulan pembatasan penerbangan tersebut dalam rapat dengan Kementerian Perhubungan.

"Nanti kita dari Komisi V akan membahas pada masa sidang berikutnya, kita akan membahas transportasi, penerbangan khususnya ke negara-negara dunia yang terjangkit korona," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini