7 Fakta Pulau Sebaru, Lokasi Observasi 257 WNI Terkait Virus Korona

Alfina Nuraini, Okezone · Senin 02 Maret 2020 16:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 02 337 2176926 7-fakta-pulau-sebaru-memiliki-2-daratan-hingga-ada-kerangka-manusia-ADf1DePIUM.jpg Lokasi karantina WNI di Pulau Sebaru (foto: Humas Kemenko PMK)

JAKARTA - Pulau Sebaru Kecil merupakan salah satu gugus pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Sebaru Besar dan Pulau Sebaru kecil. Pulau Sebaru Kecil ialah yang dipilih pemerintah sebagai lokasi observasi 188 WNI Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream, dan 69 ABK Kapal Diamond Princess.

Pulau Sebaru dikenal sejak tahun 1980-an. Pulau ini dibangun menjadi tempat rehabilitasi narkoba milik BNN sejak tahun 2008. Perairannya yang termasuk dangkal, antara 5 hingga 20 meter. Selain beberapa fakta tersebut, masih terdapat hal-hal menarik lainnya dari Pulau Sebaru. 

Berikut ini Okezone paparkan tujuh fakta unik terkait Pulau Sebaru dari yang dilansir dari berbagai sumber, Senin (2/3/2020):

1. Sejarahnya

Pulau Sebaru dikenal sejak tahu 1980-an. Kabarnya pulau itu sering dikunjungi para nelayan. Posisi pulau yang berada di kelilingi pulau-pulau tak berpenghuni.

 Pulau Sebaru

Beberapa pulau terdekatnya yakni Pulau Bunder, Pulau Nyamplong, Pulau Lipan, Pulau Pantara Barat, Pulau Pantara Timur, dan Pulau Kapas. Namun, hanya Pulau Pantara Timur yang memiliki fasilitas lengkap yang dijadikan sebagai pulau wisata privat. Pulau Pantara hanya menempuh perjalanan 10 menit menuju Pulau Sebaru dan juga memiliki landasan helikopter.

2. Pulau Sebaru Terbagi Menjadi Dua Daratan

Secara geografis, Pulau Sebaru terbagi menjadi dua daratan, yakni Pulau Sebaru Besar dan Pulau Sebaru Kecil. Posisi keduanya saling berdampingan. Pulau Sebaru Besar berada di wilayah pulau harapan. Kemudian Pulau Sebaru kecil berada di wilayah kelurahan Pulau Kelapa. Pulau Sebaru besar memiliki luas 6, 38 hektare, sedangkan Pulau Sebaru kecil memiliki luas 16,60 hektare.

3. Sempat Dijadikan Tempat Rehabilitasi

Pulau Sebaru pernah dijadikan sebagai tempat rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba. Tempatnya yang jauh dari pemukiman dianggap tepat sebagai tempat rehabilitasi. Bahkan disana telah dibangun sejumlah fasilitas rehabilitasi diantaranya ruang perawat, serta asrama untuk para pasien.

Kabarnya ide tersebut tercetus akhir Maret 2001. Namun, saat ini pulau tersebut sudah tidak dijadikan sebagai tempat rehabilitasi sejak beberapa tahun terakhir.

4. Menjadi Bagian Taman Nasional

Pulau Sebaru juga merupakan bagian dari taman nasional. Hal ini ditunjukan, bahwa perairan di Pulau Sebaru merupakan zona wisata taman nasional yang dijadikan sebagai sarana rekreasi dan kunjungan wisata.

Selain itu, berbagai jenis flora tumbuh subur di Pulau Sebaru yakni Ketapang, Mangga, Jambu, Sukun, Kelapa, Cemara, hingga Mengkudu.

4. Keindahannya seperti Bunaken

Pulau Sebaru ini tak kalah indah dengan Bunaken. Sebab pulau ini masih memiliki biota laut yang sangat dijaga dan dilestarikan. Serta keindahan bawah lautnya yang tak bisa diragukan.

Tak heran, Pulau Sebaru sangat digemari oleh para pecinta diving atau menyelam. Keindahaan bawah lautnya yakni di penuhi oleh penyu, lobster, bahkan ikan badut.

5. Dihuni Fauna Langka

Selain memiliki aneka ragam biota laut serta terumbu karang yang indah, Pulau Sebaru juga dijadikan rumah singgah bagi para fauna yang langka nan unik yakni salah satunya Burung Elang Bondol.

 

6. Tak Berpenghuni

 

 

Perjalanan yang menempuh waktu sekitar tiga jam dari Dermaga Kaliadem, Muara Angke, untuk bisa sampai ke Pulau Sebaru. Letak pulau ini jauh dari pemukiman dan kosong tak berpenghuni. Hal ini, dianggap aman sebagai tempat observasi yang memang semestinya berada jauh dari pemukiman.

 

 

7. Sempat Ditemukan Kerangka Manusia

 

Sebagai pulau tak berpenghuni, tentunya Pulau Sebaru juga memiliki sisi misterinya. Tepatnya April 2018, dua nelayan bernama Nasuri (60) dan Saparudin (30) menemukan tulang belulang manusia berserakan ditepian pantai Pulau Sebaru. Kemudian polisi membawa tulang belulang manusia itu ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk keperluan identifikasi.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini