Share

Peristiwa 2 Maret: Lahirnya Zainudin MZ Dai Sejuta Umat

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 02 Maret 2020 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 337 2176641 peristiwa-2-maret-lahirnya-zainudin-mz-dai-sejuta-umat-AcxIUEAY1l.jpg Zainudin MZ. (Foto: Okezone.com)

SEJUMLAH peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 2 Maret. Maroko menyatakan kemerdekaannya dari Prancis hingga lahirnya gerakan pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

Berikut peristiwa yang pernah terjadi pada 1 Maret seperti dikutip Okezone dari Wikipedia:

2 Maret 1956: Maroko Merdeka

Maroko menyatakan merdeka dari Prancis pada 2 Maret 1956. Rakyat Maroko turun ke jalan berpesta menyambut kemerdekaan yang diberikan oleh Prancis. Sejurus kemudian Spanyol juga meninggalkan negara tersebut.

(Foto: Middle East Monitor)

Indonesia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Maroko. Indonesia yang dipimpin Presiden Soekarno mengirimkan Duta Besar pertama RI untuk Kerajaan Markoko, yaitu GPH Djatikoesoemo. Dia jadi Dubes RI untuk Maroko sejak 1 Juli 1965.

2 Maret 1957: Lahirnya Permesta

Gerakan pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) ini dilatarbelakangi karena masyarakat Sulawesi merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah yang hanya fokus dengan membangun di Jakarta.

Konflik ini sedikit menyoal pikiran tentang pemisahan diri dari negara Indonesia, namun berhasil dihentikan oleh operasi militer yang dilakukan pemerintah.

2 Maret 2019: Berpulangnya Pelawak Nur Tompel

Nur Tompel berpulang akibat penyakit TB (tuberkulosis) yang dideritanya pada usia 64 tahun pada 2 Maret 2019. Pelawak berciri khas berbicara terbata-bata atau gagap dan tompel besar di pipinya saat tampil melawak. Ia adalah pelawak pertama di Indonesia yang terkenal karena karakter gagap.

Kariernya mulai melambung sejak membintangi acara komedi Pepesan Kosong yang ditayangkan pada 1990-an.

2 Maret 1952: Lahirnya Ustaz Sejuta Umat KH Zainuddin MZ

Tanggal ini adalah hari kelahiran K.H. Zainuddin Hamidi atau tersohor dengan Zainuddin MZ, pendakwah Islam yang ceramah-ceramahnya mewarnai berbagai stasiun radio dan televisi. Kaset berisi ceramahnya juga laku keras di pasaran.

Zainuddin MZ dijuluki "Dai Sejuta Umat" karena dakwahnya begitu disukai dan diterima berbagai lapisan masyarakat. Lokasi dakwahnya selalu diserbu jamaah.

Pasca orde baru runtuh, Zainuddin mendeklarasikan PPP Reformasi yang kemudian berubah jadi Partai Bintang Reformasi (PBR). Dia sempat menjadi ketua umum PBR pada 2006.

Zainuddin yang merupakan lulusan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta kemudian mundur dari politik dan kembali ke jalur dakwah. Dia mengembuskan napas terakhir pada 5 Juli 2011.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini