Simpan Zat Radioaktif, Pegawai Batan Diduga Tawarkan Jasa Dekontaminasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 01 Maret 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 01 337 2176494 simpan-zat-radioaktif-pegawai-batan-diduga-tawarkan-jasa-dekontaminasi-QKlfDGwknB.jpg Zat Radioaktif di Tangsel (Foto: Okezone/Hambali)

JAKARTA - Pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) SM yang diduga menyimpan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata disinyalir juga menawarkan jasa Dekontaminasi.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa, hal itu diduga lantaran ditemukannya zat radioaktif Cesium 137 dan beberapa bahan lainnya.

"Hasil penyelidikan kami, saudara SM ini kan juga melakukan praktek dekontaminasi, jadi dengan diketemukan zat radioaktif Cs 137 dan ada beberapa zat radioaktif," kata Asep saat dihubungi, Jakarta, Minggu (1/3/2020).

Berdasarkan penelusuran, dekontaminasi sendiri merupakan upaya mengurangi dan atau menghilangkan kontaminasi oleh mikroorganisme pada orang, peralatan, bahan, dan ruang melalui disinfeksi dan sterilisasi dengan cara fisik dan kimiawi.

Menurut Asep, jasa dekontaminasi tersebut, sudah dijadikan mata pencaharian tambahan oleh SM. Meskipun, SM sampai saat ini masih dinyatakan pegawai aktif di Batan.

Baca Juga: Batan Akui Pegawainya Sembunyikan Zat Radioaktif, Serahkan Kasus Hukumnya ke Polri

"Dia (SM) membuka jasa dekontaminasi juga. Jadi sepertinya ini orang sudah jadi semacam mata pencaharian," ujar Asep.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan sebelumnya, memberikan sikap terkait adanya pegawai aktif Batan yang menyembunyikan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Batan, kata Anhar, telah mengambil sikap, yakni mendukung penuh upaya pihak kepolisian mengusut tuntas kepemilikan dan penggunaan zat radioaktif secara ilegal. Menurut dia, memiliki, menggunakan, dan menyimpan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan.

"Warga yang kedapatan menyimpan zat radioaktif di perumahan Batan Indah memang benar saat ini yang bersangkutan masih aktif sebagai pegawai Batan. Penentuan status yang bersangkutan di mata hukum pihak Batan menunggu putusan dari kepolisian," tuturnya.

"Namun perlu diluruskan, Batan secara institusi tidak pernah mengizinkan pegawainya menyimpan atau memiliki zat radioaktif secara tidak sah untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini