BMKG Imbau Masyarakat Antisipasi Cuaca Ekstrem Sebulan ke Depan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 29 Februari 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 337 2175961 bmkg-imbau-masyarakat-antisipasi-cuaca-ekstrem-sebulan-ke-depan-St42I20Q8L.jpg Ilustrasi hujan deras. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intesitas sangat lebat disertai kilat dan angin kencang masih akan terjadi hingga akhir Maret 2020. BMKG pun mengimbau agar masyarakat selalu waspada dampak cuaca ekstrem tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Klimatologi BMKG Nasrullah mengingatkan masyarakat bisa mengantisipasi hal-hal yang bisa membuat sungai menjadi dangkal. Sebab, pendangkalan sungai bisa berdampak pada tinggi muka air yang dapat menyebabkan kebanjiran.

"Masyarakat harus menghindari perbuatan yang mengakibatkan pendangkalan sungai dan pemenuhan saluran air dengan sampah dan barang-barang yang mengakibatkan saluran air (got) tersumbat," katanya kepada Okezone, Sabtu (29/2/2020).

Ia juga menyarankan agar masyarakat kreatif dalam membuat resapan atau biopori pada musim hujan saat ini. Biopori itu berguna meminimalisasi banjir serta menampung cadangan air yang bisa dipakai saat musim kemarau tiba.

"Juga masyarakat menghindari daerah-daerah yang memang labil atau kemiringan tajam yang memungkinkan longsor," sambungnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sejumlah daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem medio satu bulan ke depan yakni Sumatera bagian selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Kemudian Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, dan sebagian Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, serta sebagian Papua Barat dan Papua.

"Dari data iklim saat ini kejadian cuaca ekstrem frekuensinya makin sering dan intensitasnya juga makin tinggi, ini dampak dari perubahan iklim, contoh hujan tiba-tiba dengan curah hujan ekstrem makin sering terjadi," bebernya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini