nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Minta Masyarakat Yakin Indonesia Bisa Cegah Virus Korona

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 22:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 337 2175898 menkes-minta-masyarakat-yakin-indonesia-bisa-cegah-virus-korona-mjNjwNpR3R.jpg Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Dok Okezone/Dimas Andhika Fikri)

KOTA MALANG – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dan takut mengenai penyebaran virus korona atau Covid-19 di sejumlah negara.

Ia mengatakan, pemerintah telah berupaya maksimal dan terus bekerja menangkal wilayah Indonesia terbebas dari virus korona melalui sejumlah prosedur berstandar internasional organisasi kesehatan internasional (WHO).

"Covid-19 ini makin dibicarakan, makin seksi. Tapi saya minta tidak perlu takut. Tidak perlu takut dan paranoid. Tapi dihadapi dengan rasionalitas," ujar Terawan saat berada di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (28/2/2020) petang.

Ia menuturkan, rasionalitas ini dianggap penting, mengingat kalau ketidakrasionalan muncul akan menyebabkan munculnya sejumlah keputusan kebijakan yang tidak efektif di sejumlah bidang.

"Rasionalitas ini harus kita galang terus, makin tidak rasional akan membuat negara tidak berdaya. Kalau rasionalitas hilang maka muncul ketidakefisiensi keputusan di mana-mana," imbuh pria asal Yogyakarta tersebut.

Terawan juga menyebut angka kematian dari virus korona yang berada di angka 2 persen juga menjadikan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir terlalu berlebihan.

"Angka kematiannya di bawah 2 persen itu kecil sekali, itu cara berpikir rasional. Kita bandingkan dengan SARS dan Ebola tinggi sekali. Rasionalitas harus ditingkatkan, tapi kewaspadaan juga harus dipertahankan," terangnya.

Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat Indonesia, utamanya kalangan akademisi untuk bergandengan tangan dengan pemerintah menangkal kemungkinan masuknya Covid-19 ke Indonesia.

"Pemerintah perlu dukungan, dimulai dari civitas akademik dan masyakarat, simpel sekali itu. Ini perjuangan bersama (menangkal masuknya Covid-19). Ini akan percuma kalau civitas akademik goyah, paranoid itu nantinya muncul dan akan menghancurkan diri kita sendiri. Kita harus hadapi Covid-19 dengan perseverance (ketekunan), deteck (mendeteksi dini), dan defensi (bertahan)," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini