Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Sebut Pemindahan Ibu Kota Visi Luar Biasa

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 337 2175894 bertemu-presiden-jokowi-tony-blair-sebut-pemindahan-ibu-kota-visi-luar-biasa-8ZtUHQw6hk.jpg Ibu Kota Republik Indonesia. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima kedatangan delegasi Tony Blair Institute for Global Change di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020). Pertemuan tersebut membahas pembangunan ibu kota baru Republik Indonesia di Kalimantan Timur.

"Terima kasih telah menerima tawaran untuk menjadi Anggota Dewan Penasihat Relokasi Ibu Kota. Saya yakin kerja sama yang kuat ini akan lebih lanjut mendukung pembentukan ibu kota yang modern dan ramah lingkungan," kata Jokowi, sebagaimana dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Bersama Tony Blair, hadir pula CEO Soft Bank Masayoshi Son. Sebelum pertemuan digelar, ketiganya terlebih dahulu melakukan perbincangan santai di veranda Istana Merdeka.

"Saya pikir kita telah berdiskusi dengan Bapak Tony, Bapak Masayoshi di veranda, tapi saya pikir setelah ini teknis yang akan Anda diskusikan dengan tim saya. Pak Luhut akan bertanggung jawab dalam diskusi tersebut," imbuhnya.

Sementara Tony Blair mengaku senang bisa menjadi bagian dari pemindahan ibu kota ini dan memandangnya sebagai visi yang luar biasa bagi Indonesia. Mantan perdana menteri Inggris tersebut menyebut bahwa pemindahan ibu kota juga akan menjadi inspirasi bagi dunia.

"Ini benar-benar kesenangan, hak istimewa sebenarnya, untuk menjadi bagian dari sesuatu yang akan sangat menyenangkan. Saya pikir ini tidak hanya untuk Indonesia tetapi dunia luar juga akan mendapatkan banyak inspirasi dari ini," kata Tony Blair.

Dalam keterangan persnya usai pertemuan, Tony Blair menambahkan bahwa ibu kota baru Indonesia nantinya tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan semata. Ibu kota baru tersebut menurutnya akan sangat menarik bagi masyarakat untuk datang, tinggal, dan bekerja.

"Ibu kota yang mampu menawarkan dimensi baru bagi perekonomian Indonesia, cara negara itu berkembang, dan menjadi contoh bagi teknologi terbaik, melakukan pembangunan dengan cara yang ramah lingkungan," ungkapnya.

Sementara CEO Soft Bank Masayoshi Son mengatakan bahwa ibu kota baru Indonesia akan menjadi ibu kota pertama di abad ke-21 dengan banyak sentuhan teknologi baru. Mulai dari artificial intelligence, internet of things, hingga teknologi lainnya yang juga ramah lingkungan.

"Jadi saya berharap proyek ibu kota ini akan benar-benar datang untuk membuat orang hidup lebih bahagia," kata Masayoshi.

Selain Tony Blair dan Masayoshi Son, dalam pertemuan tersebut tampak hadir juga Director Tony Blair Institute for Global Change Catherine Rimmer, CEO Grab Anthony Tan, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, serta CEO Greensil Lex Greensil.

Adapun Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini