Pra Munas NU di Bogor Akan Dihadiri 200 Ulama, Ini Agendanya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 337 2175464 pra-munas-nu-di-bogor-akan-dihadiri-200-ulama-ini-agendanya-cMtOtoFu6z.jpg KH Tubagus Asep Zulfiqor (Okezone.com/Putra)

BOGOR - Pesantren Al-Falakiyah, Pagentongan di Kota Bogor, Jawa Barat jadi tuan rumah bahtul masail atau pra Musayawaran Nasional Nahdatul Ulama (Munas NU) pada 1-2 Maret 2020. Dalam agenda tersebut akan menggodok beberapa point penting hingga isu nasional.

Pengasuh Pesantren Al-Falakiah, Kiai Haji Tubagus Asep Zulfiqor mengatakan, pra Munas NU digelar berdasarkan penunjukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sedikitnya 200 ulama dari berbagai daerah akan berkumpul di pesantrennya.

 alfalakiyah

Pesantren Al-Falakiyah, Kota Bogor (Okezone.com/Putra)

"Kota Bogor kali ini mendapat kehormatan jadi tempat pra Munas. Tidak kurang dari 200 ulama yang akan hadir dan ribuan warga NU saat pembukaan nanti. Ada juga pra Munas di zona lainnya," kata Tubagus Asep, saat ditemui wartawan, Kamis (27/2/2020).

Adapun beberapa wilayah yang akan ikut dalam pra Munas di Kota Bogor yaitu Jawa, Bali, Lombok, dan Lampung.

Dalam pra Munas NU di Bogor, menurut Tubagus, ada 11 poin pembahasan untuk bahan dalam Munas NU yang akan digelar di Pesantren Al-Anwar, Sarang,Rembang, Jawa Tengah, pada 18-19 Maret 2020.

Kesebelas poin itu adalah pembahasan hukum gelatin, hukum daging berbasis sel, gugatan atas kebijakan pemerintah yang merugikan, hukum ekspor benih lobster, moderatisme NU dalam berpolitik, metode istinbath maqoshidi, konsep pemanfaatan SDA yang berkelanjutan, telaah UU Nomor 1 Tahun 1965 tentang penodaan agama, RUU pengawasan obat dan makanan, BPJS dan politik anggaran untuk rakyat miskin, serta RUU cipta kerja (Omnibus Law).

"Contohnya ada yang terkait daging berbasis sel di Eropa dan Amerika. Dari sini kemudian melahirkan pertanyaan fikih terutama menyangkut kehalalannya, karena faktanya para fuqaha terdahulu yang menjadi rujukan kita belum menyinggung soal daging berbasis sel di dalam kitab-kitab mereka," jelasnya.

 Ilustrasi

Sementara itu, terkait ditunjuknya Kota Bogor dan Pondok Pesantren Al Falakiyah Pagentongan sebagai tempat Bahtul Masail atau Pra Munas, tambah Tubagus Asep, secara historis memiliki kaitan dengan keberadaan NU Kota Bogor yang diperkenalkan oleh KH Tubagus Muhammad Falak bin Abbas.

"Ini juga rangkaian Muktamar NU pada tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020 di Lampung," tutup Tubagus Asep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini