nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi IX DPR Tidak Sambut Kedatangan 188 Awak Kapal World Dream di Pulau Sebaru

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 08:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 337 2175342 komisi-ix-dpr-tidak-sambut-kedatangan-188-awak-kapal-world-dream-di-pulau-sebaru-nVQW7uDUt1.jpg Evakuasi WNI awak Kapal Pesiar World Dream ke Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Ist)

JAKARTA – Para anggota Komisi IX DPR dikabarkan tidak turut ikut menyambut kedatangan 188 warga negara Indonesia (WNI) awak Kapal Pesiar World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Sebab, para anggota Komisi IX DPR diagendakan menjalani kegiatan lain.

"Masa sidang untuk masa persidangan kali ini tadi telah ditutup. Selain itu teman-teman Komisi IX lagi mempersiapkan kunker reses besok pagi. Karena itu kemungkinan besar tidak bisa mengejar untuk ikut menerima WNI kita tersebut di Pulau Sebaru," kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (28/2/2020).

Sekadar informasi, sebanyak 188 ABK Kapal Pesiar World Dream saat ini dalam perjalanan menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan KRI Dokter Soeharso. Ratusan WNI itu dijemput KRI Dokter Soeharso milik TNI AL di Perairan Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis 27 Ferbruari 2020.

Ratusan ABK World Dream tersebut dijadwalkan tiba di Pulau Sebaru Kecil sekira pukul 16.00 WIB nanti. Mereka bakal langsung dikarantina dan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil selama 14 hari guna mengantisipasi adanya ABK yang terinfeksi virus korona atau Covid-19.

Saleh mengaku mendapat informasi dari pihak Kementerian Kesehatan bahwa observasi terhadap ABK World Dream tidak jauh berberda dengan WNI yang baru pulang dari Wuhan, China.

Bedanya, observasi terhadap ABK World Dream dilakukan di Pulau Sebaru Kecil yang dekat dengan Ibu Kota. Sedangkan ratusan WNI dari Wuhan diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau.

"Prosedurnya saya kira sama saja. Tidak jauh berbeda. Cuma karena tempatnya di sekitar Pulau Seribu, Kemenkes akan lebih mudah memonitor," katanya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini