Amien Rais Minta Pemerintah Tak Sahkan Hasil Kongres V PAN

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 27 Februari 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 337 2175037 amien-rais-minta-pemerintah-tak-sahkan-hasil-kongres-v-pan-xuRpAyZDg6.jpg Amien Rais (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta pemerintah tidak mengesahkan daftar kepengurusan DPP PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan periode 2020-2025 yang terpilih dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Amien Rais melalui akun Instagram miliknya menegaskan, mempunyai bukti bahwa Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) penuh kejanggalan. Sehingga, pihaknya meminta pemerintah tak mengesahkan kepengurusan PAN di bawah Zulkifli.

Mantan Ketua MPR RI itu mengaku akan memberikan bukti cukup lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kongres itu.

"Jangan disahkan dulu karena segera kami ada tim yang sudah memberi tahu saya membawa sebuah bukti yang cukup lengkap bagaimana yang sesungguhnya terjadi, apa yang terjadi pada Kongres di Kendari itu," ujar Amien, dalam unggahan videonya di akun Instagram @amienraisofficial sebagaimana dikutip Okezone, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Zulhas Diminta Rangkul Amien Rais dalam Kepengurusan PAN

Zulkifli Hasan

Dia menuturkan, menjelang pelaksanaan Kongres V PAN, Zulkifli sudah melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Seperti pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku hingga pembentukan kepanitiaan.

"Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian, SC-nya pun juga tidak begitu adil, bahkan 100 persen OC itu dari katakanlah kubunya Zulkifli Hasan. Jadi, ini kejanggalan," tutur Amien.

Amien juga merasa heran saat Kongres V PAN kemarin pengamanannya sangat ketat dan menggambarkan sebagaimana ada teroris di dalamnya. Di mana, panitia meminta polisi mengerahkan sebanyak 1.300 personel untuk mengamankan Kongres V PAN.

"Saya enggak menyalahkan polisi, tapi ini agak berlebihan. Peserta Kongres yang punya hak pilih itu 590, yang datang polisinya 1.300, seolah-olah satu orang diawasi dua polisi," tutur dia.

Baca Juga: Kongres Sempat Ricuh, Zulhas Pastikan PAN Tetap Bersatu 

Mantan Ketua MPR tersebut juga menyoroti perihal peristiwa kericuhan yang terjadi saat berlangsungnya Kongres V PAN. Saat itu, 30 kader partainya mengalami luka ringan, dan 6 kadernya luka berat.

Dia mengaku, sedih dan 30 peserta PAN yang mengalami luka ringan itu merupakan pendukung dari Mulfachri Harahap-Hanafi Rais. Oleh karenanya, dia meminta pertanggungjawaban atas peristiwa itu.

"Alhamdulillah, bapak Kapolda Sultra sudah menyampaikan tiga pentolan penyusup huru hara, semuanya bukan peserta PAN. Artinya apa? Siapa yang memasukkan? Jadi sekali lagi ini luar biasa," tutur Amien.

Selain itu, menurutnya Kongres V PAN kemarin tidak lazim. Sebab, Kongres itu tidak ada laporan pertanggungjawaban (LPJ), bahkan juga tidak ada narasi mau ke mana arah partai lima tahun mendatang.

"Kemudian, cuma ditutup, pembukaan tanggal 10 Februari malam, kemudian tanggal 11 sudah selesai, yang penting sudah ganti pemilihan, ketok palu, kemudian formatur tunggal," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini