Pasien yang Meninggal di RS Kariadi Semarang Negatif Virus Korona

Taufik Budi, Okezone · Kamis 27 Februari 2020 00:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 337 2174721 pasien-yang-meninggal-di-rs-kariadi-semarang-negatif-virus-korona-ITcYilIoKR.jpg Simulasi penanganan pasien virus korona di RSUD Moewardi, Solo, Jawa Tengah (Okezone.com/Bramantyo)

SEMARANG – Seorang pasien yang menjalani observasi intensif karena diduga terpapar virus korona atau Covid-19 meninggal di RSUP dr Kariadi, Semarang Jawa Tengah. Namun, hasil uji laboratorium dipastikan pasien itu negatif virus korona.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr. Agoes Oerip Purwoko, SpOG(K), MARS mengatakan, hasil uji laboratorium keluar pada Senin 24 Februari lalu, sehari setelah pasien suspect korona itu meninggal dunia.

“Hasilnya (laboratorium) keluar itu memang negatif (virus korona). Begitu negatif kami yang melakukan penanganan juga merasa Lega, enggak ada yang harus kami khawatirkan untuk kemudian hari,” kata Agoes, Rabu (26/2/2020).

 Ilustrasi

Menurutnya, pasien itu mengembuskan napas terakhir, Minggu 23 Februari, setelah menjalani perawatan selama lima hari di ruang isolasi.

“Yang kami rawat di rumah sakit dalam pengawasan, jadi ada gejala klinis, dari Januari sampai hari ini ada 10 pasien. Dan kemarin hari Minggu (23 Februari) ada pasien pengawasan yang memang meninggal,” ujar Agoes.

Baca juga: RS Kariadi Semarang Kembali Rawat Pasien Diduga Terpapar Virus Korona

Pasien tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan berusia di bawah 40 tahun. Sebelum menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi, dia memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.

“Memang pasien secara klinis memang dikategorikan dalam pengawasan, karena memang pasien ada riwayat kunjungan dari luar negeri. Kemudian gejala-gejala klinis demam, batuk, sesak napas, sampai ada gangguan napas berat,” terang dia.

Menurutnya, dari 10 pasien dalam pengawasan korona itu mendapatkan perawatan dan pemeriksaan intensif sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan. Tujuannya, untuk mencari sekaligus memastikan pasien terpapar atau terjangkit virus korona.

“Alhamdulilah dari 10 pasien tersebut, 9 pasien itu sudah dinyatakan negatif hasil pemeriksaan laboratiumnya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Karena memang di Indonesia, yang melakukan pemeriksaan dipusatkan di Balitbangkes di Jakarta,” jelasnya.

Sementara untuk pasien yang meninggal dunia hasil laboratoriumnya juga negatif virus korona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini