Mahfud Jamin Tak Ada Kekerasan Aparat saat Aksi Buruh Tolak Omnibus Law

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 26 Februari 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 337 2174595 mahfud-jamin-tak-ada-kekerasan-aparat-saat-aksi-buruh-tolak-omnibus-law-wYVmQyImom.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjamin tak ada kekerasan yang dilakukan aparat keamanan saat mengawal demo buruh terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Hal tersebut disampaikan Mahfud lantaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sempat mengajukan permintaan itu ketika menghadiri pertemuan dengannya pada pagi tadi.

Kepada Presiden KSPI, Said Iqbal, Mahfud menyampaikan aparat keamanan akan menangani demo sesuai dengan aturannya, yaitu tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM.

"Saya katakan kalau kita jamin, karena memang sudah ada SOP-nya dan polisi sendiri sudah menjamin akan menangani demo-demo itu, menghadapi demo-demo itu, dengan apa namanya terukur sesuai dengan SOP," ucap Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

"Tidak boleh sampai melanggar HAM dan menghalangi orang untuk menyatakan pendapat karena menyatakan pendapat termasuk unjuk rasa itu dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998," tuturnya.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan Mahfud MD, Said Iqbal menyebutkan beberapa serikat buruh, seperti FSPI, KSPSI, SPLEM, KSBI akan mengadakan aksi pada waktu bersamaan dengan rapat paripurna di DPR.


Baca Juga : Pemerintah Segera Sosialisasikan Omnibus Law Cipta Kerja ke Masyarakat

"Kalau dalam dekat ini kami akan aksi besar-besaran bersama, gabungan semua serikat buruh, itu rapat paripurna DPR yang pertama mungkin tanggal 23 Maret setelah reses," tutur Said.

Baca Juga : DPR Bersama Pemerintah Akan Sosialisasikan Omnibus Law Cipta Kerja agar Tak Gaduh

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini