Tak Ingin Kecolongan, Kemenkes Terjunkan 39 Dokter Spesialis Observasi WNI di Pulau Sebaru

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 26 Februari 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 337 2174365 tak-ingin-kecolongan-kemenkes-terjunkan-39-dokter-spesialis-observasi-wni-di-pulau-sebaru-f4fA5iWhyE.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana menyatakan akan mempertebal tim medis dalam mengobservasi 188 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. 

Kali ini, tim medis yang diturunkan Kemenkes sebanyak 39 orang terdiri dari berbagai dokter spesialis sejumlah rumah sakit rujukan utama di Indonesia.

"Secara umum perlakuannya masih observasi, secara umum sama dengan yang di Natuna. Cuma kali ini Kemenkes menurunkan tim multidisiplin spesisialis," ucap Budi saat ditemui di Markas Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020).

"Dokter multidisiplin, ada dari penyakit dalam, spesialis anastesi, spesialis paru, spesialis jiwa, spesialis psikologi. Jadi, lebih komplit, lebih komprehensif layanan yang kali ini," tambahnya.

Baca Juga: 762 Personel Gabungan Bantu Observasi WNI di Pulau Sebaru Kecil 

Ilustrasi

Menurut Budi, mempertebal tim medis dari berbagai spesialis karena tidak ingin terdapat kecolongan dari terpaparnya virus korona atau Covid-19 terhadap WNI tersebut. Maka, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan.

"Kita tidak ingin ada kecolongan. Sehingga kita terus meningkatkan kewaspadaan kita, standarnya terus dinaikkan. Karena dinamika di dunia sudah tidak sama dengan kemarin, sehingga layanan observasinya akan lebih komprehensif," ungkapnya.

Sekadar diketahui, 188 WNI dari Kapal Pesiar World Dream yang bersandar di Perairan Selat Johor akan dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil melalui proses pemindahan ke Kapal KRI Soeharso di Selat Durian, Riau.

Direncanakan, 188 WNI yang diberangkatkan dari Selat Durian, Riau akan tiba di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu pada Jumat 28 Februari 2020 pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Jumlah Kematian Virus Korona di Seluruh Dunia Capai 2.764

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini