nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

20 Ribu Perkara Sudah Diputus, Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja Mahkamah Agung

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 12:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 26 337 2174308 20-ribu-perkara-sudah-diputus-presiden-jokowi-apresiasi-kinerja-mahkamah-agung-5OuqdbRnAt.jpg Presiden RI, Joko Widodo di laporan tahunan MA (foto: Okezone.com/Reza)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung (MA) di bawah kepemimpinan Hatta Ali, yang telah melakukan reformasi besar-besaran dalam dunia peradilan. Reformasi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi para pencari keadilan.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada jajaran MA di bawah kepemimpinan Hatta Ali yang telah melakukan reformasi besar-besaran terhadap dunia peradilan," ucap Jokowi di acara laporan tahunan MA 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Jokowi memahami tantangan yang dihadapi MA saat ini tidaklah mudah. Menurut dia, semua warga negara terutama dari kalangan keluarga kurang beruntung harus semakin berani untuk memerjuangkan keadilan.

"Masyarakat harus memperoleh layanan yang semakin baik, dan cepat di tengah masalah yang semakin kompleks. Masyarakat harus memperoleh keputusan yang seadil-adilnya di tengah kepentingan antar pihak yang berperkara," tutur Jokowi.

 Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Sidang Laporan Tahunan Mahkamah Agung

Kepala Negara berujar, kecepatan dan keterbukaan adalah kunci penting. Pelayanan masyarakat di bidang hukum harus semakin sederhana, cepat dan semakin transparan. Jokowi juga telah melihat 'buah' dari reformasi yang dilakukan MA.

"Hasilnya sudah terasa dari 20.275 beban perkara di tahun 2019 hanya tersisa 217 perkara yang belum diputus. ini adalah jumlah terendah sepanjang sejarah berdirinya Mahkamah Agung," ungkap Jokowi.

"Sekali terima kasih bapak ketua yang mulia para hakim agung dan hadirin yang berbahagia dalam kerangka reformasi peradilan saya akan terus mendukung upaya Mahkamah Agung untuk meningkatkan kualitas putusan para hakim melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik SDM calon hakim maupun hakim yang sudah ada," sambungnya.

Jokowi ingin profesi hakim dapat terus diminati masyarakat ditengah beragamnya profesi lain di bidang hukum.

"Terutama masuk ke fakultas-fakultas hukum yang terbaik sehingga mendapatkan input calon calon hakim yang semakin baik. Saya yakin dengan kualitas SDM yang semakin baik maka kualitas putusan juga akan semakin baik," tutup Jokowi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini