Penyidik KPK Kembali Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 26 Februari 2020 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 337 2174249 penyidik-kpk-kembali-periksa-sekjen-pdip-hasto-kristiyanto-rYYzxFmvwP.jpg Sekjen PDI Perjungan, Hasto Kristiyanto saar berada di KPK (foto: Okezone.com/Fakhri)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) DPR RI.

Hasto akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka bekas Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan yang diduga menerima suap dari eks caleg PDIP Harun Masiku.

"Iya, Hasto kami periksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka WSE (Wahyu Setiawan)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2020).

 Baca juga: Kasus Suap PAW DPR RI, Ketua KPU Arief Budiman Dipanggil KPK

Hasto sendiri telah hadir di gedung lembaga antirasuah. Ia pun berjanji akan memberikan keterangan kepada penyidik dengan sebaik-baiknya.

"Saya datang memenuhi panggilan undangan dari penyidik KPK bersifat rahasia untuk menjadi saksi dan sebagai warga negara yang menjunjung tinggi hukum. Akan berikan keterangan sebaik baiknya," ujar Hasto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

 Baca juga: Kasus Harun Masiku, Komisi III Minta Vendor Lalai Disanksi

Ia mengatakan, bahwa pemeriksaannya masih terkait pemanggilan pertamanya sebagai saksi pada Jumat 24 Februari 2020 lalu. "(Masih) sama dengan yang sebelumnya. Lanjutkan yang kemarin," tutur Hasto

Seperti diketahui, Hasto telah diperiksa penyidik lembaga antirasuah sebagai saksi untuk tersangka Wahyu Setiawan.

Dalam pemerikaaan itu, Hasto dicecar 24 pertanyaan oleh penyidik. Ia pun menjelaskan bagaimana mekanisme PAW DPR yang dilakukan PDIP.

Menurut dia, PAW dilakukan setelah caleg PDIP Nazaruddin Kiemas meninggal dunia. Sehingga, Hasto menyatakan bahwa pihaknya memiliki kewenangan untuk melakukan pergantian tersebut.

"Ya ada pertanyaan saya jelaskan seluruh aspek kronologisnya mengapa partai mengambil keputusan terkait dengan pemindahan suara almarhum Pak Nazaruddin Kiemas. Karena itu adalah sebagai bagian dari kedaulatan partai politik dan ada presedennya untuk itu," ujar Hasto beberapa waktu lalu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini