Mahfud MD: Budaya Akademik Bikin Lulusan Perguruan Tinggi Lebih Matang

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 26 Februari 2020 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 337 2174208 mahfud-md-budaya-akademik-bikin-lulusan-perguruan-tinggi-lebih-matang-YRVGcDbpXQ.JPG Menko Polhukam, Mahfud MD saat menghadiri seminar bela negara di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat (Foto: polkam.go.id)

BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut terdapat dua hal yang membuat mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi bisa berkualitas. Caranya dengan mengimplementasikan norma dan budaya akademik.

“Norma itu diatur dan ada ukuran nilainya, serta harus dilakukan di hari kerja. Misalnya kuliah harus 75 persen dalam satu semester, kurang dari 75 persen tidak boleh ikut ujian,” kata Mahfud saat memberikan seminar pada acara 'Pembinaan Terpusat Bela Negara' di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Minggu 23 Februari 2020, sebagaimana dikutip Okezone dari laman polkam.go.id.

Namun, kata Mahfud, masih banyak orang yang lulus dengan norma akademik baik tetapi tidak terlalu baik. “Karena dia tidak terbiasa dengan budaya akademik. Hanya takut kepada norma,” sambungnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, budaya akademik merupakan kegiatan-kegiatan yang tidak terikat dengan nilai dan kelulusan. Dia lantas mengambil contoh seperti seminar bela negara di kampus-kampus atau diskusi-diskusi yang dilakukan mahasiswa.

“Itu budaya akademik dan itu yang menyebabkan lulusan perguruan tinggi itu matang,” kata dia.

Mahfud MD

Dirinya juga menegaskan bahwa mahasiswa merupakan pelopor persatuan dan kesatuan bangsa. Kemerdekaan Indonesia yang diraih melalui kebersatuan telah menjadi jembatan emas untuk bermimpi tentang masa depan atau cita-cita, dan mimpi tersebut akan bisa diraih asal kita mau bekerja keras.

Berdasarkan Pasal 31 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 lanjut Mahfud, pendidikan harus diselenggarakan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman, taqwa, dan akhlak mulia.

“Mencerdaskan kehidupan berarti menguatkan kualitas bekerjanya otak atau rasionalitas dan menjaga kemuliaan watak atau moralitas dan integritas,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa setelah seabad Indonesia merdeka yakni pada tahun 2045, Pemerintah mencanangkan akan meraih 'Indonesia Emas' yang ditandai dengan kebersatuan, merdeka, adil dan makmur.

“Adik-adik yang sekarang menjadi mahasiswa punya posisi untuk berperan penting menyongsong Indonesia Emas tersebut dengan bekerja keras untuk berkarya merancang masa depan dengan prinsip kebersatuan sebagai bangsa yang besar,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini