Belum Evakuasi WNI di Diamond Princess, Moeldoko: Masih Proses Negosiasi

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 25 Februari 2020 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 337 2173997 belum-evakuasi-wni-di-diamond-princess-moeldoko-masih-proses-negosiasi-mZL8Ncjag1.jpg KSP Moeldoko

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan KRI dr Soeharso menjadi armada yang paling siap untuk mengevakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess yang saat ini tengah bersandar di perairan Yokohama, Jepang. Namun, kepastian mengenai itu masih menunggu hasil perundingan dengan pemerintah Jepang.

"Iya masih proses negosiasi Menlu dengan Jepang karena opsi kita masih antara laut dengan udara. Laut yang paling siap kapal Soeharso itu, kapal kesehatan TNI itu, ini masih ada yang perlu dibicarakan dengan pemerintah Jepang," katanya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Moeldoko tidak menjelaskan lebih lanjut saat ditanya soal opsi pemulangan WNI dengan menggunakan pesawat. Menurut dia, skema evakuasi WNI di Jepang sudah dihitung dengan baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Karena itu, Moeldoko mengimbau semua pihak menunggu keputusan resminya.

"Dihitung dengan baik oleh Menkes. Jadi tidak sekadar ambil, tapi mempertimbangkan risiko-risiko, itu sudah dihitung detail oleh Menkes berikutnya faktor-faktor psikologinya, ekonominya, dan semuanya semua sudah dihitung jadi tunggu saja ya," jelas Mantan Panglima TNI itu.

Baca Juga : Airlangga : Golkar Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020

Moeldoko memastikan pemerintah sangat berhati-hati dalam mengevakuasi 74 WNI. Ia pun membantah bila pemerintah lamban memindahkan mereka bahkan ingin membunuh secara perlahan.

"Oh enggak. Mosok warga negara (dibunuh pelan-pelan), enggak, enggak. Ini sangat teknikal ya, ini berbagai pertimbangan dari Menkes. Presiden sangat mendengarkan pandangan dari Menkes. Tunggu dulu beliau ya Menkes ada reasoning yang sangat mendetail tentang itu," ucap Moeldoko.

Sekadar informasi, WNI yang bekerja di Diamond Princess di Jepang telah meminta bantuan Presiden Joko Widodo agar dapat segera dievakuasi dari kapal pesiar yang masih menjalani karantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Permintaan bantuan itu disampaikan melalui sebuah video yang dirilis oleh ABC.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," kata salah satu kru WNI dalam video tersebut.

Baca Juga : WNI di Kapal World Dream Tiba di Pulau Sebaru Kecil pada 28 Februari

"Kami di sini untuk menghidupi keluarga di Indonesia. Jangan biarkan kami sakit dan mati perlahan-lahan karena kelamaan dievakuasi."

Salah satu kru lainnya meminta agar Pemerintah Indonesia agar tidak menjemput mereka menggunakan kapal laut, yang akan memakan waktu perjalanan lebih lama, dan memilih untuk dipulangkan dengan pesawat terbang agar bisa segera sampai di Tanah Air.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini