KPK Geledah Kantor Pengacara Milik Adik Istri Nurhadi di Surabaya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 25 Februari 2020 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 337 2173930 kpk-geledah-kantor-pengacara-milik-adik-istri-nurhadi-di-surabaya-9KW2DBgbsT.jpg Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Advokat Rakhmat Santoso and Partner di Jalan Bratang Wetan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, pada hari ini, Selasa (25/2/2020).

Kantor itu milik Rakhmat Santoso yang merupakan adik istri dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida. Belum diketahui apa saja yang diamankan dari lokasi karena penggeledahan masih berlangsung.

"Benar penggeledahan di kantor pengacara Rakhmat Santoso terkait perkara tersangka NHD dkk. Saat ini masih berlangsung," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (25/2/2020).

Diduga, penggeledahan di kantor Advokat Rakhmat Santoso dilakukan KPK untuk mencari bukti-bukti terkait keberadaan serta aliran dana dari Nurhadi. Sebab, hingga kini KPK belum juga berhasil menemukan Nurhadi Cs.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Baca Juga : BMKG Sebut Hujan di Jakarta Hari Ini Termasuk Ekstrem

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini