nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkes Tegaskan WN Jepang Positif Korona Bukan Tertular di Indonesia

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 08:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 25 337 2173624 kemenkes-tegaskan-wn-jepang-positif-korona-bukan-tertular-di-indonesia-8kfeaA7ggc.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara mengenai kabar seorang pria yang dikabarkan terkena virus korona atau Covid-19 usai sehabis berkunjung ke Indonesia.

Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menuturkan, pria tersebut bukanlah terkena virus korona jenis Covid-19. Lagi pula kondisi tubuhnya sudah sakit sebelum berkunjung ke Indonesia.

"Saya baru dapat konfirmasi dari otoritas kesehatan di Jepang. Orang tersebut sudah mengalami sakit saat masih di Tokyo (Jepang)," kata Achmad kepada Okezone di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: DPR Dukung Langkah Pemerintah Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru Kecil 

Achmad menyatakan, pria asal jepang itu berkunjung ke Bali pada 15-19 Februari 2020 bersama keluarganya. Otoritas kesehatan Jepang menyebut pria tersebut sebelum ke Bali sudah sakit, namun kondisinya belum menurun usai kembali ke sana.

Ilustrasi

Barulah, lanjut Achmad, pada 22 Februari yang bersangkutan kembali ke rumah sakit lantaran kambuh. Disitulah dia harus dirawat karena tertular virus korona tipe II (SARS CoV-2).

"Pada saat dirawat dia harus diperiksa virusnya ternyata ditemukan virus Sars Korona virus type 2. Yang kemudian kondisinya sekarang sih stabil sudah baik tapi masih dirawat," ujarnya.

Selain itu, Achmad mengatakan sudah melakukan konsultasi dengan ahli virus apakah SARS CoV-2 sama dengan Covid-19.

"Ada dua pendapat. Pertama mengatakan, dia ini sama dengan Covid-19 tapi ada juga yang mengatakan enggak sama ada lebih dari 70 persen genetik antara virusnya Covid dan virusnya SARS korona type 2," imbuh dia.

Meski demikian, Achmad menyebut pihaknya akan melakukan kewaspadaan walaupun ada perbedaan pendapat ahli ihwal kedua virus tersebut. "Apapun perbedaan itu kita tetap melakukan kewaspadaan," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini