Share

Begini Skema Evakuasi 188 WNI dari Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Kecil

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 24 Februari 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 337 2173506 begini-skema-evakuasi-188-wni-dari-kapal-world-dream-ke-pulau-sebaru-kecil-NJDqnhnB5e.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk melakukan evakuasi 188 Warga Negara Indonesia (WNI), yang berada di Kapal World Dream, kemudian akan diobservasi ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Direncanakan akan dilakukan pada Rabu, 26 Februari 2019, begini skema proses evakuasi yang akan dilakukan oleh pemerintah;

1. 188 WNI akan Diberangkatkan dari Selat Johor

188 WNI di Kapal World Dream akan diberangkatkan dari tempat bersadarnya, yakni di Selat Johor, Malaysia. Seluruh WNI pun akan diberangkatkan dari sana menuju ke Selat Durian, Riau.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kapal World Dream yang membawa 188 WNI tersebut akan tiba di Selat Durian pada Rabu, 26 Februari 2020 pukul 10.00 WIB.

"Estimasi pemindahan 188 WNI anak buah kapal dari kapal ke kapal akan lakukan pada tanggal 26 Februari jam 10 (pagi)," ucap Muhadjir Effendy di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

2. Dijemput oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso

Setibanya di Selat Durian, 188 WNI akan dipindahkan ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso, dan akan diantar menuju tempat observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Diberangkatkan pada 26 Februari pukul 10.00 WIB dari Selat Durian dengan menggunakan kapal tersebut, 188 WNI pun diperkirakan tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Jumat, 28 Februari 2020 pukul 09.00 WIB.

"Dan akan tiba di Pulau Sebaru Kecil pada 28 Februari sekitar jam 9 (pagi)," tambahnya.

3. Diobservasi Selama 14 Hari

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebutkan kalau Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu yang menjadi tempat observasi memiliki fasilitas yang baik, seperti kaya akan sumber mata air.

Dengan tempat dengan kondisi yang baik tersebut, Terawan optimis kalau observasi yang akan dijalani oleh 188 WNI selama 14 hari.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini