nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Harun Masiku, Komisi III Minta Vendor Lalai Disanksi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 24 337 2173492 kasus-harun-masiku-komisi-iii-minta-vendor-lalai-disanksi-5qDMiFXe9s.jpg Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery meminta Kemenkumham memberikan sanksi tegas terhadap vendor yang diduga lalai menyinkronkan data di komputer dengan server di Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu lantaran dugaan kelalaian tersebut informasi soal kepulangan tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR Harun Masiku tidak diketahui pihak Imigrasi.

Bahkan, ia menegaskan, kesalahan vendor membuat banyak orang yang masuk ke Indonesia tidak tercatat ke data perlintasan pihak Imigrasi.

"Para pihak kalau perlu diberi sanksi pidana sehingga menjadi pembelajaran ke depan. Ini wajah negara akibat dari kesalahan yang hanya sepele yang saya anggap human error, negara ini gaduh berhari-hari," ujar Herman dalam rapat kerja bersama Menkumham Yasonna H Laoly di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Herman menilai, Kemenkumham bisa lebih teliti dalam merekrut vendor supaya kesalahan serupa tidak terulang. "Kita semua menjadi malu bagaimanapun kitalah pihak-pihak yang menjadi penyelenggara negara," ujarnya.

Ia menambahkan, Sistem lnformasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) harus dibangun dengan merekrut vendor yang profesional di bidangnya.

"Membangun SIMKIM untuk negara sebesar Indonesia ini tentu harus mempunyai visi yang panjang. Jangan asal-asalan merekrut vendor memang kita mengerti untuk mengerjakan membutuhkan vendor yang profesional," ujar Herman Hery.

Ia pun meminta vendor tersebut dapat dipidana guna memberikan efek jera lantaran membuat gaduh keberadaan Harun Masiku.

"Saya minta Pak Menteri untuk jatuhkan sanksi seberat-beratnya termasuk sanksi pidana kalau memang memungkinkan. Kemudian membuat perencanaan ulang tentang SIMKIM untuk 10 sampai 15 tahun ke depan, mengacu pada kejadian hari-hari ini," tuturnya.


Baca Juga : Polri Akui Belum Dapat Info Lokasi Persembunyian Harun Masiku

Sebelumnya, Menkumham Yasonna H Laoly memaparkan hasil temuan tim gabungan terkait polemik informasi keberadaan tersangka kasus dugaan suap yakni eks caleg PDIP Harun Masiku.

Menurut dia, terdapat kelalaian dari vendor yang lupa menyinkronkan antara data yang ada di komputer ke server lokal yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.

"Tetapi pada waktu Desember terjadi pelatihan-pelatihan staf-staf Keimigrasian kita oleh trainer-trainer vendor untuk perbaikan sistem di Terminal 2F, upgrading system di 2F, di Terminal III sudah selesai. Kemudian ternyata memang data Harun Masiku itu diterima masuk tetapi di PC, di-counter PC di data di sini. Dari PC ke server lokal tidak ter-connect," ujar Yasonna.


Baca Juga : Polemik Harun Masiku di Bandara Soetta, Yasonna Bakal Minta Pertanggungjawaban Vendor

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini