nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Tunggu Undangan Presiden Terkait Pelantikan Pengganti Wahyu Setiawan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 19:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 24 337 2173449 kpu-tunggu-undangan-presiden-terkait-pelantikan-pengganti-wahyu-setiawan-giiD8gYnwT.jpg Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting Manik mengatakan, pihaknya masih menunggu undangan pelantikan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pelantikan pengganti Wahyu Setiawan sebagai anggota KPU RI 2017-2022.

Diketahui Komisi II DPR RI telah sepakat bahawa I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi bakal menggantikan Wahyu Setiawan, yang terjaring OTT KPK, sebagai Komisioner KPU.

"Kami tunggu (undangan) dari presiden," kata Evi saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Evi mengaku, pihaknya sudah berkirim surat dua kali kepada presiden agar pelantikan calon anggota KPU yang baru segera dilaksanakan. Namun, hingga saat ini belum ada undangan balasan.

"Kami sudah menyurati (presiden) dua kali. Surat pertama, surat kedua, sudah kami sampaikan untuk dilakukan pergantian antar waktu terhadap anggota KPU RI, supaya kami bisa komplit bertujuh," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi II DPR RI menyetujui I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjadi pengganti eks komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan. Diketahui, Wahyu terlibat kasus suap dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) yang dilakukan oleh caleg asal PDIP, Harun Masiku.

Baca Juga : Jadi Tempat Observasi 188 WNI, Menkes Sebut Pulau Sebaru Kecil Miliki Fasilitas Baik

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, proses pergantian itu berdasarkan penghitungan nomor urut saat pemilihan di Komisi II periode 2014-2019 lalu. Di mana yang bersangkutan ketika itu menempati posisi nomor urut delapan dari 14 orang calon komisioner KPU.

"Berdasarkan urutan suara terbanyak pada saat fit and proper test, dan yang berada di urutan ke-8 itu I Dewa Raka Sandi itu yang nanti akan ditetapkan penggantinya," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini