nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Ada Bukti Baru, 36 Kasus yang Dihentikan Bisa Kembali Dibuka

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 15:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 24 337 2173292 jika-ada-bukti-baru-36-kasus-yang-dihentikan-bisa-kembali-dibuka-jUnnu13xJG.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto : Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan bahwa 36 kasus yang dihentikan akan bisa dibuka kembali bila ditemukan alat bukti baru.

"Kalau ada bukti baru, bisa dong," ujar Firli di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Firli menegaskan penutupan 36 kasus tersebut telah dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia pun memastikan bahwa penghentian kasus di lembaga antirasuah bukan sesuatu hal yang aneh.

"Terlampau banyak perkara yang ditinggalkan yang tidak selesai. Begitu hari pertama kami masuk, tentu kita lihat berapa sih perkara enggak selesai, karena orang-orang juga menanyakan kan, jumlah ditahap penyelidikan ada 366 (kasus), ditahap penyidikan ada 133 dan ini harus kita selesaikan semua," ujar dia.

Ia menambahkan, KPK tidak akan menyebut penghentian kasus tersebut berkaitan dengan pihak mana pun. "Tapi yang pasti adalah kita lihat dulu apa yang dimaksud dalam penyilidikan, penyelidikan adalah serangkaian yang dilakukan oleh penyelidik dalam rangka menemukan satu peristiwa, dan menentukan apakah peristiwa ini merupakan suatu peristiwa yang bisa dinaikan penyidikan atau tidak, itu konsepnya. Jadi kita tidak lihat siapa yang melakukan, tidak," tuturnya.

Firli menilai kritikan yang disampaikan ke KPK terkait penghentian kasus tersebut merupakan hal yang biasa. Menurut dia, kritikan itu karena publik terbiasa dengan sistem tertup yang selama ada di lembaga antirasuah.

Baca Juga : Rano Karno Ngeluh soal Jabatan Wagub Banten saat Bersaksi di Sidang Wawan

"Ini kalau kritikan biasalah. Maksud saya begini, memang mengawal sesuatu yang baru, dalam sistem keterbukaan, kalau Anda biasa tertutup pasti Anda akan kaget dengan tertutup," lanjut dia.

"Ada yang disebut curva J, seketika kita buka terbuka, maka pasti ada resiko, tapi yang pasti begini, kritikan itu kita jadikan suatu bahan untuk koreksi, untuk lebih hati-hati, dan itu juga wujud bukti yang kritik itu sayang dengan KPK, dia cinta," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini