Rano Karno Akui Dibantu Wawan Rp7,5 Miliar untuk Kampanye Pilkada Banten

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 24 Februari 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 337 2173251 rano-karno-akui-dibantu-wawan-rp7-5-miliar-untuk-kampanye-pilkada-banten-inVwihn02r.JPG Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno mengaku mengetahui adanya aliran uang sebesar Rp7,5 miliar untuk keperluan dana kampanye dirinya di Pilkada Banten 2011. Uang Rp7,5 miliar itu diduga bersumber dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

Demikian diakui oleh Rano Karno saat bersaksi di sidang perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012, untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan).

"Saya tahu, sumber (uang itu) dari Pak Wawan. Tetapi itu untuk kepentingan kampanye pada waktu itu pak," kata Rano kepada Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Rano Karno Bersaksi di Sidang Korupsi Proyek Alkes Banten

Kendati demikian, aktor pemeran 'Si Doel Anak Sekolahan' tersebut mengaku tidak menerima uang Rp7,5 miliar itu secara langsung. Kata Rano, uang untuk keperluan kampanye itu diterima oleh orang kepercayaan sekaligus tim suksesnya di Pilkada Banten 2011, Agus Uban.

Rano Karno di Pengadilan Tipikor

Rano mengklaim hanya menerima laporan dari Agus Uban bahwa ada bantuan dana kampanye sebesar Rp7,5 miliar. Uang itu kemudian dilaporkan Agus ke Rano untuk keperluan kampanye Pilkada 2011.

"Waktu itu saudara Agus yang ketemu dengan Pak Wawan. Saya enggak pernah terima uang itu, cuma saya tahu laporan, kita kan harus persiapan ya segala macam kaos, bikin pin, kemudian nyewa apa kantor," bebernya.

Baca juga: Bersaksi di Sidang Korupsi Proyek Alkes, Rano Karno Bantah Terima Uang Rp1,5 Miliar

Uang sebesar Rp7,5 miliar tersebut, sepengetahuan Rano, diserahkan secara bertahap. Rano mengaku mendapat laporan dari Agus, uang itu digunakan sesuai kebutuhan kampanye saat itu.

"Oh enggak (langsung) pak. Itu yang saya tahu mungkin. Artinya, ada pengusulan. Misal, sekarang mau bikin kaos, kita mau bikin atribut lain, kita persiapan sosialisasi. enggak brek gitu pak," katanya.

โ€ŽDalam perkara ini, bos PT Balipasific Pragama (PT BPP), Wawan didakwa telah melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012.

Wawan juga didakwa melakukan korupsi bersama staf PT Balipasific Pragama (PT BPP) Dadang Prijatna dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alkes Puskesmas Kota Tangerang Selatan Mamak Jamaksari yang telah divonis bersalah dalam perkara ini. Selain itu ia juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini