Bersaksi di Sidang Korupsi Proyek Alkes, Rano Karno Bantah Terima Uang Rp1,5 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 24 Februari 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 337 2173201 bersaksi-di-sidang-korupsi-proyek-alkes-rano-karno-bantah-terima-uang-rp1-5-miliar-lRTmbljOC5.JPG Mantan Wagub Banten, Rano Karno hadiri sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menyangkal telah menerima uang Rp1,5 miliar dari mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP), Ferdy Prawiradireja. Ia mengklaim tidak mengenal sama sekali Ferdy Prawiradireja.

Demikian ditekankan Rano Karno saat bersaksi di sidang perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012, untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan).

"Saya enggak kenal pak. Saya enggak kenal Ferdy. Tidak pernah. Tidak pernah (terima uang dari Ferdy)," kata Wawan kepada Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Nama Rano Karno disebut menerima aliran uang Rp1,5 miliar dari Ferdy, pada persidangan sebelumnya. Saat itu, mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP), Ferdy Prawiradireja membeberkan adanya aliran uang Rp1,5 miliar untuk Rano Karno.

Ferdy mengamini adanya penyerahan uang Rp1,5 miliar untuk Rano Karno. Uang itu diserahkan Ferdy melalui ajudan Rano Karno, Yadi, di salah satunya hotel kawasan Serang, Banten. Uang Rp1,5 miliar itu diberikan dalam satu bungkus kantong kertas.

"Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. 1 kantong aja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa," ujar Ferdy saat bersaksi untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Februari 2020.

Ferdy mengaku tidak mengetahu asal-muasal sumber uang itu. Namun, ia menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.

"Kalau enggak salah sebagian dari kas kantor Pak Wawan yang di The East sama sebagian disiapkan di Serang," ujarnya

Dalam perkara ini, Bos PT Balipasific Pragama (PT BPP), Wawan didakwa telah melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012.

Wawan juga didakwa melakukan korupsi bersama staf PT Balipasific Pragama (PT BPP) Dadang Prijatna dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alkes Puskesmas Kota Tangerang Selatan Mamak Jamaksari yang telah divonis bersalah dalam perkara ini. Selain itu ia juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini