nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi VIII DPR Akan Lebih Selektif Pilih Komisioner KPAI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 10:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 337 2173094 komisi-viii-dpr-akan-lebih-selektif-pilih-komisioner-kpai-5ONQ5Qtrmw.JPG Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Siti Hikmawati menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menyebut perempuan yang berenang satu kolam renang dengan laki-laki bisa hamil.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily mengaku prihatin dan menyesalkan pernyataan Siti tersebut. Menurut dia, pernyataan Siti tidak mencerminkan pengetahuan seorang komisioner KPAI yang seharusnya mengetahui secara mendalam tentang alat reproduksi.

"Saya sangat prihatin dengan pengetahuan seorang komisioner KPAI yang menyebut 'hamil di kolam renang'. Pandangannya tidak mencerminkan seorang yang seharusnya mengetahui secara mendalam tentang alat-alat reproduksi," kata Ace kepada Okezone di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Sebut Wanita Bisa Hamil saat Berenang dengan Pria, Komisioner KPAI Minta Maaf

Ace menilai, Siti seharusnya mengetahui bagaimana proses kehamilan bagi setiap perempuan. Dengan begitu, dia bisa bekerja secara profesional.

"Padahal pengetahuan tentang kehamilan dan tumbuh kembang anak merupakan hal yang sangat mendasar bagi seorang komisioner KPAI agar dapat menjalankan tugasnya dengan profesional," jelasnya.

Dirinya menilai, pernyataan kontrovesial Siti akan menjadi pelajaran bagi DPR untuk lebih lebih selektif kembali dalam memilih komisioner KPAI.

Baca juga: Klarifikasi KPAI soal Wanita Bisa Hamil Ketika Berenang dengan Pria

Politikus Partai Golkar itu berharap ke depan komisioner KPAI bisa menyampaikan pernyataan kepada publik yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini jadi pelajaran bagi Komisi VIII untuk lebih selektif lagi memilih komisioner KPAI ke depan. Tidak boleh seorang komisioner KPAI menyampaikan pengetahuan yang berasal dari sumber pengetahuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini