nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kwarnas Gerakan Pramuka Berduka atas Tragedi Siswa SMPN 1 Turi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 22 Februari 2020 09:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 22 337 2172465 kwarnas-gerakan-pramuka-berduka-atas-tragedi-siswa-smpn-1-turi-WETwshiueX.jpeg Sungai Sempor yang menjadi lokasi tragedi siswa SMPN 1 Turi. (Foto: Ist)

JAKARTA – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berduka atas tewasnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor di Desa Donokerto.

"Atas peristiwa tersebut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan ini menyatakan dukacita dan belasungkawa yang mendalam," kata Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka Guritno dalam keterangannya kepada Okezone, Sabtu (22/2/2020).

Baca juga: Siswa SMPN 1 Turi Korban Susur Sungai Sempor Bertambah Jadi 7 Orang 

Ia menyampaikan pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan para korban.

"Kwartir Nasional melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut," paparnya.

Ia menyatakan bahwa siapa pun tentu tidak menghendaki tragedi tersebut terjadi. Namun demikian, sebagai bahan pembelajaran, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekali lagi mengimbau kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka, khususnya kakak-kakak pembina, agar menerapkan pengetahuan manajemen risiko serta bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didik.

"Di samping itu juga kakak-kakak agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam Surat Keputusan Kwarnas Nomor 227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Risiko dalam Gerakan Pramuka," ungkapnya.

Baca juga: Petugas Kembali Berhasil Identifikasi 2 Siswa SMPN 1 Turi Korban Susur Sungai Sempor 

Dia menambahkan, sebagai organisasi modern dan bertanggung jawab dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki komitmen mengelola risiko sebagai upaya mencapai tujuan, serta memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan penyediaan pelayanan dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing, pemerintah, serta infrastruktur di lingkungan yang aman dan praktis.

"Ini dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada Gerakan Pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya," tandas dia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini