Soal RUU Ketahanan Keluarga, Stafsus Presiden : Terlalu Sentuh Ranah Pribadi

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 337 2172310 soal-ruu-ketahanan-keluarga-stafsus-presiden-terlalu-sentuh-ranah-pribadi-1rWCpRr6px.jpg Stafsus Presiden Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono (Foto : Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga terlalu menyentuh ranah pribadi. Namun, hingga kini pemerintah belum menerima draf RUU tersebut.

"Terlalu menyentuh ranah pribadi," kata Dini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Dini berujar pemerintah akan memberi pendapat atas RUU tersebut. Dirinya pun menggarisbawahi bahwa undang-undang tidak boleh melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Tapi nanti kita pasti akan kasih pendapat lah. Setiap Undang-undang kan pasti ada pembahasan juga sama pemerintah kan. Nanti kita akan pertanyakan juga apa segitunya negara masuk ke ranah privat," tutur politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

"Itu juga kan hak asasi manusia. Jangan sampai juga inkonstitusional. Kan ujung-ujungnya kita musti lihat sesuai konstitusi kan. Kalau sampai dianggap itu melanggar hak asasi manusia, ya inkonstitusional lah," tandas Dini.

Baca Juga : Imbauan KPAI Menyusul Terungkapnya Kasus Paedofil di Jawa Timur

Diketahui RUU tersebut usul dari DPR dan diusulkan oleh anggota DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa; Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

Terdapat sejumlah pasal kontroversial dalam RUU Ketahanan Keluarga, di antaranya yang mengatur aktivitas seksual pasangan suami istri, larangan donor sperma dan sel telur dengan ancaman pidana, kewajiban berumah tangga suami istri, dan lain sebagainya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini