nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Direktur PT Waskita Realty Terkait Kasus Pengerjaan Fiktif 14 Proyek

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 10:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 337 2171937 kpk-panggil-direktur-pt-waskita-realty-terkait-kasus-pengerjaan-fiktif-14-proyek-QqhxMhZACF.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif, pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pengusutan itu ditandai dengan intensnya pemeriksaan saksi dalam beberapa waktu belakangan ini.

Sejalan dengan pengusutan itu, KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur PT Waskita Realty, Tri Hartanto serta Mantan Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Danny Kusmanto. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Fathor Rachman (FR).

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2020).

Plt Jubir KPK, Ali Fikti. (Foto: Okezone.com)

Selain Tri Hartanto dan Danny Kusmanto, KPK juga memanggil dua pegawai PT Waskita Karya lainnya. Keduanya yakni, Dino Aria dan Agus Winarno. Mereka juga akan dimintai keterangannya untuk tersangka Fathor Rachman.

Belakangan, KPK intens memanggil serta memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini. Diduga, KPK sedang melakukan pengembangan serta mencari tersangka baru.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Kedua pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

Baca juga: KPK Periksa Direktur PT MER Engineering sebagai Saksi

Fathor dan Ariandi diduga telah menunjuk empat perusahaan subkontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Empat perusahaan sub kontraktor yang telah ditunjuk Ariandi dan Fathor tidak mengerjakan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Namun, PT Waskita Karya tetap melakukan pembayaran terhadap empat perusahaan subkontraktor tersebut.

Selanjutnya, perusahaan-perusahan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Diduga, telah terjadi kerugian keuangan negara sekira Rp186 miliar. Perhitungan kerugian keuangan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya epada perusahaan-perusahaan sub kontraktor pekerjaan fiktif.

Atas perbuatanya, dua pejabat PT Waskita Karya itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini