nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 21 Februari: Wafatnya Tan Malaka hingga Republik Persatuan Arab

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 08:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 337 2171866 peristiwa-21-februari-wafatnya-tan-malaka-hingga-republik-persatuan-arab-7mmVa0wgn6.jpg Tan Malaka di autobiografinya. (Foto: Ist/Wikipedia.org)

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi di dalam maupun luar negeri pada tanggal 21 Februari. Guna mengingat ataupun menambah wawasan terkait momen pada hari ini, Okezone pun telah merangkumnya, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Jumat (21/2/2020):

1804 – Lokomotif Uap Pertama Digunakan di Wales

Pada 21 Februari 1804, lokomotif uap pertama buatan Richard Trevithick digunakan untuk pertama kalinya di Wales. Lokomotif adalah bagian dari rangkaian kereta api, di mana terdapat mesin untuk menggerakkannya.

Biasanya lokomotif terletak paling depan dari rangkaian kereta api. Operator dari lokomotif disebut masinis. Masinis menjalankan kereta api berdasarkan perintah dari pusat pengendali perjalanan kereta api melalui sinyal yang terletak di pinggir jalur rel.

1848 – Diterbitkannya Manifesto Komunis

Pada 21 Februari 1848 untuk pertama kalinya Manifesto Komunis karya Karl Marxdan Friedrich Engels diterbitkan.

Manifesto Komunis atau disebut juga Manifesto Partai Komunis adalah karya yang ditulis oleh Karl Marxdan Friedrich Engels, dua guru besar sosiologi, dan pemimpin pergerakan kaum buruh modern.

Awalnya manifesto ini ditujukan untuk Liga Komunis dan diterbitkan pertama kali pada 21 Februari 1848 di London, Inggris.

1949 – Wafatnya Tan Malaka

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Sutan Malaka meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, pada 21 Februari 1949 di usia 51 tahun. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan tokoh Partai Komunis Indonesia.

Tan Malaka juga pendiri Partai Murba dan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

1958 – Referendum Mesir dan Suriah

Pada 21 Februari 1958, rakyat Mesir dan Suriah dalam sebuah referendum menyetujui didirikannya negara gabungan yang diberi nama Republik Persatuan Arab (RPA). Selain itu rakyat kedua negara juga memilih Gamal Abdul Naser sebagai presiden negara gabungan yang baru didirikan tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Yaman juga ikut serta dalam RPA. Tujuan didirikannya negara gabungan Arab ini khususnya untuk menggalang persatuan bangsa-bangsa Arab dalam menghadapi Rezim Zionis.

Dalam Republik Persatuan Arab itu terdapat pemerintahan terpisah yang kebijakannya ditentukan bersama oleh sebuah Dewan Tinggi. Namun, negara gabungan ini hanya bertahan tiga tahun dan bubar pada 1961.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini