Pemerintah RI Bisa Konsultasi ke Negara Lain sebelum Pulangkan Anak WNI Eks ISIS

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 337 2171856 pemerintah-ri-bisa-konsultasi-ke-negara-lain-sebelum-pulangkan-anak-wni-eks-isis-p7G9rJXuas.JPG Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wacana pemulangan anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) eks kombatan kelompok terorisme ISIS masih terus hangat diperbincangkan. Isu tersebut pun melahirkan pro dan kontra.

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, Pemerintah Indonesia bisa saja berkonsultasi dengan negara lain sebelum mengambil keputusan untuk memulangkan anak-anak itu.

"Harus ada pembicaraan khusus Pemerintah Indonesia dengan negara-negara lainnya yang mengalami kasus yang sama soal nasib anak-anak kombatan ISIS ini," kata Ace kepada Okezone, di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Baca juga: Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Pemerintah Jangan Sampai Kecolongan

Pasalnya, kata Ace, masalah nasib anak-anak kombatan ISIS ini juga dialami oleh negara-negara lain, selain Indonesia juga. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya melakukan obrolan internasional demi menelurkan solusi terbaik.

Selain itu, Ace menjelaskan, bisa saja mereka di karantina terlebih dahulu dengan bersama anak kombatan ISIS ini melalui badan khusus internasional, misalnya UNHCR atau badan internasional lainnya yang menangani korban perang.

"Setelah mereka betul-betul bersih dari 'virus' terorisme bisa saja dipertimbangkan untuk memilih kembali ke negara asalnya masing-masing," tandasnya.

Baca juga: Anak-Anak Eks Kombatan ISIS Bukan Berarti Tak Terkena "Virus" Terorisme

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya membuka peluang memulangkan anak-anak WNI bekas pengikut ISIS jika ada yang telantar di Timur Tengah. Namun, pemerintah akan mengidentifikasi mereka dulu.

"Kita memang masih memberikan peluang untuk yang yatim, yatim piatu yang ada berada pada posisi anak-anak. Tapi, kita belum tahu apakah ada atau tidak ada," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini