Berikut 7 Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi 212 di Istana Negara

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 05:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 337 2171852 berikut-7-rekayasa-lalu-lintas-saat-aksi-212-di-istana-negara-JxXMK2gltq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Negara menyusul aksi unjuk rasa Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertajuk 'Berantas Korupsi' pada Jumat (21/2/2020).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan, rekayasa lalu lintas itu bersifat situasional melihat kondisi di lapangan.

"Untuk arus lalu lintasnya bersifat situasional ya," ujar Fahri saat dikonfirmasi wartawan.

Fahri mengatakan, total ada 7 rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan oleh Polda Metro Jaya, berikut rinciannya:

1. Arus lalin dari Jalan Veteran Raya yang akan ke Jalan Veteran III diluruskan ke lampu merah atau traffic light Harmoni.

2. Arus lalin dari Jalan Martim yang akan menuju Jalan Merut, dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.

3. Arus lalin dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju Jalan Mersel diluruskan ke Jalan Mertim.

4. Arus lalin dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan Jalan Kebon Sirih.

5. Arus lalin dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin, dan arus lalin dari Jalan Fachrudin yang akan belok ke kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis.

6. Arus lalin dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan, dan arus lalin dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis, dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.

7. Arus lalin dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa itu digelar Front Pembela Islam (FPI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Aksi rencananya dilakukan di silang barat daya Monas atau patung kuda menuju ke Istana Negara.

Adapun aksi itu sendiri dilakukan untuk mengkritisi sejumlah kasus korupsi yang dinilai mandek salah satunya kasus suap yang melibatkan eks caleg DPR RI dari PDIP Harun Masiku.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini