DPR Cecar Bapeten Soal Temuan Radiasi Radioaktif di Tangsel

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 20 Februari 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 337 2171519 dpr-cecar-bapeten-soal-temuan-radiasi-radioaktif-di-tangsel-42ixX9vPv1.jpg Foto: Okezone.com/Harits

JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwato meminta kepada Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jazi Eko Istiyanto untuk menjelaskan paparan radiasi radioaktif yang berada di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan tersebut apakah karena faktor kebocoran atau kesengajaan.

“Bukan faktor kebocoran? Faktor apa? Dibawa orang dan seterusnya? Kemungkinan-kemungkinan itu dimana,” ujar Sugeng di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Hal senada juga ditanyakan Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul apakah betul memang Bapeten yang menemukannya. Dikarenakan berdasarkan pemberitaan di media massa wargalah yang menemukan radioaktif tersebut.

“Bapak tahu radiokatif di situ dari mana? Kok di media kata warga, memang warga punya alat ukuran yang bapak tadi?,” tanya Tifatul.

 Baca juga: DPR Rapat dengan Batan & Bapeten Bahas Temuan Radiasi Radioaktif di Tangsel

Menjawab pertanyaan dari Sugeng, Jazi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan terkait ditemukannya radiasi radioaktif di komplek Batan Indah, apa benar sengaja dibuang atau tidak.

 Baca juga: Ungkap Pemilik Limbah Radioaktif, Polri Masih Tunggu Hasil Labfor

Dia menegaskan, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut melalui data yang dimiliki oleh Bapeten terkait siapa saja yang biasa menggunakan cesium 137 atau radioaktif tersebut.

“Kita enggak tau cara menerangkan ini, karena bisa saja dari orang yang membuang disitu. Kita punya data, kalau datanya Bapeten itu impornya siapa aja yang impor, kemudian yang punya izin siapa, kemudian yang mengelimbahkan ke TL siapa. Kemudian kita akan lakukan akuntansi,” jelas Jazi.

“Kalau akuntansinya tidak balance. Berarti ada salah satu pemegang izin itu yang membuang. Tapi kalau akuntansinya balance, berarti itu hasil penyelundupan,” kata Jazi.

Selain itu, Jazi turut menjawab pertanyaan dari Tifatul. Dia menegaskan Bapeten mempunyai alat seperti mobil detector. Disitulah baru alat tersebut mendeteksi adanya radiasi radioaktif yang tinggi di daerah Batan Indah.

“Jadi ini Pak, kita punya alat yang kita sebut mobile detector, kemudian kita lakukan pengujian, jalan dari Bapeten ke Pamulang, akhirnya tiba-tiba mereka memutuskan untuk masuk Batan Indah, dan itu terdeteksi tinggi,” tutur Jazi.

Tak puas, Tifatul kemudian menanyakan kembali kepada Jazi. Apakah pemeriksaan tersebut berjalan rutin secara setiap hari atau tidak.

“Itu rutin?” ucap Tifatul.

“Enggak, enggak rutin,” jawab Jazi.

Politikus PKS ini pun menanyakan kembali mengapa pemeriksaan tersebut bisa mengarah ke Batan Indah. “Tahu-tahu kok ke Batan Indah?,” ujar Tifatul.

Menjawab pertanyaan tersebut Jazi mengaku tak mengetahui alasan mengapa Bapeten ke Batan Indah.

“Saya juga enggak tahu, karena tahun lalu mereka tidak. Kita tidak punya kewajiban juga untuk melakukan itu. Sebetulnya karena rezim kita masih keselamatan nuklir belum keamanan nuklir, Undang undang 10, tidak punya kewajiban,” timpalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini