nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecolongan, Golkar Cabut Dukungan terhadap RUU Ketahanan Keluarga

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 20 Februari 2020 12:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 20 337 2171397 kecolongan-golkar-cabut-dukungan-terhadap-ruu-ketahanan-keluarga-k1kNDqoIKy.jpg Ketua Kelompok Baleg dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) menarik dukungan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang sedang dibahas di Badang Legislasi (Baleg).

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Baleg dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin mengatakan, pihaknya merasa kecolongan karena ada seorang anggotanya bernama Endang Maria Astuti turut menjadi salah satu pengusul RUU Ketahanan Keluarga.

"Seharusnya yang bersangkutan berkonsultasi dan presentasi kepada fraksi sebelum menjadi pengusung suatu RUU," kata Nurul dalam keterangannya, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga Mengatur Pelaku Penyimpangan Seks Wajib Lapor

Karena itulah, lanjut Nurul, Fraksi partai berlambang beringin menarik dukungan kepada RUU Ketahanan Keluarga. "Kami menarik dukungan terhadap RUU Ketahanan Keluarga ini," ucap dia.

Di sisi lain, dia mengaku sudah merasa keberatan sejak adanya usulan RUU Ketahanan Keluarga masuk di Baleg. Tidak seharusnya urusan domestik cara mengurus dan mengasuh anak diintervensi negara.

DPR RI

Kemudian, soal peran negara terhadap kesejahteraan rakyatnya, juga sudah dilakukan dalam berbagai program. Seperti Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan sampai BPJS Kesehatan.

"Alasan tentang tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan dan negara sudah memiliki banyak program, seperti PIP, PKH, BPJS, dan lain lain," ujar Nurul.

Bahkan, Nurul melihat RUU Ketahanan Keluarga itu dilihatnya malah memiliki tujuan untuk mendidik keluarga secara homogen atau unsur unsur heterogenitas dinafikkan.

"Untuk yang terkait masalah kekerasan dalam rumah tangga, baik seksual, fisik atau pun ekonomi sudah ada undang-undang yg mengatur, seperti Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang KUHP," ujar Nurul.

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga, Suami-Istri Harus Saling Mencintai dan Setia

Diketahui RUU tersebut usul dari DPR dan diusulkan oleh anggota DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa; Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini