Share

Presiden Jokowi Tak Masalah Namanya Dicatut untuk Selesaikan Problem Investasi

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 20 Februari 2020 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 337 2171391 presiden-jokowi-tak-masalah-namanya-dicatut-untuk-selesaikan-problem-investasi-25NMEknzZ7.jpg Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Investasi 2020 yang diselenggarakan BKPM di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Rakornas Investasi 2020 yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam kesempatan itu, Jokowi tidak masalah jika namanya digunakan untuk menyelesaikan problem yang menghambat laju investasi.

Pernyataan Jokowi itu ditujukan untuk Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang kerap membawa-bawa namanya untuk menyelesaikan problem investasi di daerah.

"Tadi sudah disampaikan oleh menteri muda kita Pak Bahlil Lahadalia, secara gamblang sekali. Saya senang sekali sama Pak Bahlil karena kalau menyampaikan ini gamblang, jelas, arahnya ke mana kelihatan," kata Jokowi di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2020).

Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Investasi 2020 yang diselenggarakan BKPM di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Meskipun sering pakai nama Presiden kalau ke daerah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Saya sampaikan tidak apa-apa. Gunakan nama saya tapi untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah kecepatan, proses, tidak apa-apa," tutur Kepala Negara.

Jokowi mengungkapkan, banyak investor yang hendak masuk ke Indonesia, tetapi akhirnya langkah mereka terhenti karena rumitnya birokrasi. Padahal, angka investasi yang akan masuk sebesar Rp708 triliun.

Jokowi ingin ke depan hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi. Jika investasi masuk, itu dapat membuka lapangan kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Investasi 2020 yang diselenggarakan BKPM di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Kita enggak perlu promosi mancanegara. Enggak perlu. Yang di dalam itu saja diselesaikan. Kemudian yang masuk menyatakan minat Rp1.600 triliun gede banget angka ini hampir mendekati APBN. Ini tidak pernah diurus dengan baik secara riil," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memaparkan penyebaran investasi di Indonesia sebesar 52,3% berada di Jawa dan 47,8% di luar Jawa.


Baca Juga : Survei Indo Barometer: 70,1% Publik Puas dengan Kinerja Jokowi

"Potret ini menggambarkan bahwa sebenarnya tujuan investasi tidak hanya berpusat di Jawa, tapi juga di luar Jawa. Ini sebagai bukti konkret bahwa pembangunan infrastruktur 5 tahun kemarin cukup memberikan manfaat dalam rangka pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Bahlil.

Follow Berita Okezone di Google News

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini