Ini Alasan RUU Ketahanan Keluarga Diusulkan Masuk Prolegnas

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 20 Februari 2020 12:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 20 337 2171383 ini-alasan-ruu-ketahanan-keluarga-diusulkan-masuk-prolegnas-B0pQnV3HOr.jpg Ali Taher (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memasukan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga menjadi salah satu RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. 

Salah satu pengusul RUU Ketahanan Keluarga dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ali Taher mengatakan, alasannya mengusulkan RUU itu lantaran rapuhnya kondisi perkawinan masyarakat Indonesia.

"Tapi fakta sosial kita menunjukkan betapa rapuhnya kondisi objektif sekarang ini dalam dunia perkawinan. Kalau ini tingkat perceraian sekarang rata-rata kabupaten itu tidak kurang dari 150-300 per bulan, per bulan loh," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga, Suami-Istri Harus Saling Mencintai dan Setia

Ali berkata, penyebab utama keretakan rumah tangga tersebut adalah persoalan ekonomi seperti banyak pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga berakibat akumulatif terhadap persoalan ekonomi keluarga.

"Akibat dari itu semua menunjukkan bahwa tingkat persoalan disharmonisasi keluarga hingga perceraian," katanya.

Di sisi lain, sambung Ali, akibat rapuhnya kondisi perkawinan dan mengakibatkan perceraian itu bakal memberikan dampak kepada masa depan anaknya.

Ilustrasi

Menurut Ali, menilai RUU Ketahanan Keluarga ini bisa terbilang penting untuk menjadi alternatif pemecahan masalah-masalah sosial yang dihadapi pihak keluarga.

"Oleh karena itu, undang-undang itu menjadi sangat penting bagi kita untuk dilanjutkan agar persoalan ketahanan keluarga ini bisa menjadi alternatif pemecahan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh keluarga," tutur Ali.

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga: Donor Sperma dan Ovum Bakal Terancam Hukuman Pidana

Sekadar informasi, RUU Ketahanan Keluarga masuk ke dalam Prolegnas Prioritas 2020. Adapun RUU tersebut usul dari DPR dan diusulkan oleh anggota DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa; Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini